Menhaj Dorong Penguatan Layanan Haji dari Asrama hingga Jemaah Kembali ke Daerah - Telusur

Menhaj Dorong Penguatan Layanan Haji dari Asrama hingga Jemaah Kembali ke Daerah


telusur.co.id - Menteri Haji dan Umrah RI Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh aparatur Kemenhaj harus menempatkan pelayanan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Menhaj, jemaah harus merasakan layanan yang aman, nyaman, mudah, dan manusiawi sejak berada di daerah asal hingga kembali ke Tanah Air. Karena itu, setiap unsur layanan harus terus dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata jemaah di lapangan.

“Ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya keberangkatan dan kepulangan jemaah berjalan lancar, tetapi juga sejauh mana jemaah merasa terlayani, terbantu, dan tidak mengalami kesulitan selama menjalankan ibadahnya,” ujar Menhaj saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenhaj se-Provinsi Jambi di Asrama Haji Jambi, Kamis (25/6/2026).

Dia menjelaskan, Asrama Haji Jambi memiliki peran penting sebagai titik awal pelayanan bagi ribuan jemaah dari berbagai daerah. Dengan meningkatnya jumlah jemaah yang dilayani, kualitas layanan harus semakin diperkuat mulai dari penerimaan jemaah, pemeriksaan dokumen, layanan kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, hingga proses kepulangan.

Menhaj juga meminta seluruh petugas haji untuk memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Jangan sampai ada jemaah yang merasa bingung, terlantar, atau tidak mendapatkan pendampingan saat membutuhkan bantuan. Kehadiran petugas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah,” katanya.

Dalam pembinaan tersebut, Menhaj menekankan pentingnya menyiapkan petugas haji yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Menurutnya, petugas yang bertugas mendampingi jemaah harus memahami tugas pelayanan secara menyeluruh, mampu bekerja dalam situasi darurat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan jemaah.

Ia juga mengingatkan bahwa Petugas Haji Daerah (PHD) dan PPIH Kloter merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan jemaah. Karena itu, mereka harus mengenali kondisi jemaah yang didampingi, membantu penyelesaian masalah di lapangan, serta memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang setara.

Selain aspek pelayanan, Menhaj menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jemaah dari berbagai praktik yang dapat merugikan mereka. Seluruh ASN Kemenhaj diminta menjaga integritas serta memastikan tidak ada pungutan tidak resmi, penyalahgunaan layanan, maupun praktik lain yang berpotensi merugikan jemaah.

“Setiap kebijakan, setiap pelayanan, dan setiap keputusan harus berpihak kepada kepentingan jemaah. Mereka datang membawa harapan besar untuk menunaikan ibadah dengan tenang. Tugas kita adalah memastikan harapan itu terjaga melalui pelayanan terbaik,” tegasnya.

Melalui pembinaan ini, Menhaj berharap seluruh ASN Kemenhaj di Provinsi Jambi semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan layanan haji yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah sebagai pusat pelayanan. [Nug] 


Tinggalkan Komentar