telusur.co.id - Swiss memastikan langkah mengejutkan ke babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 setelah melewati drama panjang kontra Kolombia. Bermain di BC Place, Selasa waktu setempat, Swiss menang melalui adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Kemenangan tersebut mengantarkan Swiss menantang juara bertahan Tim nasional sepak bola Argentina pada babak perempat final yang akan digelar di Arrowhead Stadium, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB.
Laga berjalan ketat sejak menit awal. Kolombia lebih dulu mengambil inisiatif serangan dan hampir membuka keunggulan melalui Gustavo Puerta. Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.
Swiss kemudian merespons lewat aksi individu Fabian Rieder. Pemain muda tersebut beberapa kali merepotkan pertahanan Kolombia, termasuk melalui eksekusi tendangan bebas yang sayangnya masih melebar dari sasaran.
Kedua tim tampil disiplin dan kesulitan menemukan celah di lini pertahanan lawan. Hingga 90 menit pertandingan berakhir, skor tetap 0-0 sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada extra time, Kolombia kembali menebar ancaman. Jhon Lucumi hampir memecah kebuntuan setelah tembakannya membentur mistar gawang Swiss. Tak lama berselang, Jaminton Campaz juga mendapat peluang emas, tetapi kembali digagalkan aksi gemilang Kobel.
Swiss tidak tinggal diam. Zeki Amdouni sempat memiliki kesempatan untuk membawa negaranya unggul, namun kiper Kolombia Camilo Vargas berhasil mengamankan bola dengan tenang.
Karena tidak ada gol yang tercipta hingga babak tambahan selesai, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam drama dari titik putih tersebut, Swiss tampil lebih tenang dan sukses menang 4-3.
Dua penendang Kolombia, Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez, gagal menjalankan tugasnya. Sementara para eksekutor Swiss mampu menjaga ketenangan hingga memastikan tiket perempat final berada di tangan mereka.
Swiss kini menatap tantangan berat melawan Argentina. Sang juara bertahan akan menjadi ujian terbesar bagi perjalanan Swiss dalam upaya mengejar sejarah baru di Piala Dunia 2026.



