Ibas Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berkah, Dorong Ekonomi Sirkular dari Desa - Telusur

Ibas Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berkah, Dorong Ekonomi Sirkular dari Desa

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro "Ibas" Yudhoyono

telusur.co.id - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro "Ibas" Yudhoyono mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Menurutnya, sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga peluang membangun kesejahteraan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

"Kalau kita tidak mulai memikirkan pengelolaan sampah yang terpadu, yang mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan kelestarian, lalu siapa lagi?" ujar Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ibas mencontohkan keberhasilan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang berhasil mengolah sampah rumah tangga menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Menurutnya, keberadaan TPS 3R tersebut membuktikan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan sumber penghasilan baru.

Setiap hari, TPS 3R Sidomakmur mengolah sekitar lima ton sampah rumah tangga. Kegiatan tersebut dijalankan secara swadaya oleh 14 orang, yang mayoritas berasal dari kalangan karang taruna dan generasi muda setempat.

Tak hanya melakukan pemilahan sampah, para pengelola juga mengolah sampah organik menjadi pupuk organik dan maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan budidaya ikan lele. Hasil budidaya tersebut turut mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, sampah anorganik diolah kembali menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Ibas menilai inovasi tersebut merupakan implementasi nyata konsep ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali limbah agar memiliki nilai tambah dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Ke depan, ia berharap pengelolaan sampah di Indonesia terus berkembang hingga mampu menghasilkan energi melalui konsep waste-to-energy, sekaligus melahirkan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya.

"Saya bangga karena banyak generasi muda yang tidak malu turun tangan mengelola sampah. Mereka menjaga lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan dan kesejahteraan," katanya.

Menurut Ibas, perubahan besar dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa tanpa kesadaran bersama, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari akan sulit tercapai.

Karena itu, Ibas mengajak masyarakat menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari karakter bangsa yang diwariskan kepada generasi mendatang.

"Mari kita bangun budaya hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari karakter bangsa. Orang Jawa punya ungkapan yang sangat baik, 'Resik kuwi sehat, sehat kuwi berkah.' Bersih itu sehat, sehat itu berkah," tuturnya.


Tinggalkan Komentar