Di Tengah Ketegangan Militer, Trump Sebut Iran Mulai Mengalah di Meja Perundingan - Telusur

Di Tengah Ketegangan Militer, Trump Sebut Iran Mulai Mengalah di Meja Perundingan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

telusur.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui hampir seluruh tuntutan utama yang diajukan Washington dalam perundingan antara kedua negara. Pernyataan tersebut memunculkan sinyal baru mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di tengah hubungan yang selama ini diwarnai ketegangan.

"Kami sedang bernegosiasi dan saya pikir mereka telah menyetujui hampir semua hal yang kami perlukan," kata Trump dilansir dari Anadolu, Kamis (2/7/2026).

Trump menegaskan bahwa tujuan utama Amerika Serikat bukanlah mengganti pemerintahan di Teheran, melainkan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Kami tidak menginginkan perubahan rezim. Saya menginginkan sesuatu yang sangat sederhana: mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai arah hubungan Washington dan Teheran setelah serangkaian eskalasi militer beberapa bulan terakhir.

Trump juga kembali membela operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang menurutnya telah melumpuhkan kemampuan militer negara tersebut.

"Saya menaklukkan mereka secara militer. Mereka benar-benar takluk. Mereka masih memiliki sejumlah rudal, tetapi kami bisa menghabisi semuanya tanpa sisa," kata Trump.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran pada pekan lalu sebagai respons atas peluncuran drone yang disebut mengarah ke sebuah kapal.

"Saya menyerang mereka tiga kali lagi dengan sangat keras pekan lalu karena mereka meluncurkan drone ke sebuah kapal," tambahnya.

Di tengah memanasnya situasi, jalur diplomasi antara kedua negara disebut masih terus berjalan. Mediator dari Qatar dan Pakistan memastikan putaran berikutnya dalam perundingan Amerika Serikat dan Iran akan digelar secepat mungkin setelah rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selesai dilaksanakan.

Prosesi penghormatan terakhir bagi Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli dan diperkirakan akan dihadiri delegasi dari puluhan negara.

Pernyataan Trump bahwa Iran telah menerima sebagian besar tuntutan Washington kini menimbulkan pertanyaan baru: apakah kedua negara akhirnya berada di ambang kesepakatan bersejarah, atau justru ketegangan baru masih menanti di balik meja perundingan.


Tinggalkan Komentar