telusur.co.id - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel menyusul pernyataan kontroversial Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Dalam unggahan di platform X, Araghchi menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap rakyat maupun kepemimpinan Iran akan dibalas secara cepat dan tegas.
"Setiap ancaman terhadap Rakyat dan Kepemimpinan kami akan menerima tanggapan yang kuat dan segera," tulis Araghchi.
Diplomat senior Iran itu juga menyinggung peran Amerika Serikat dalam meredam eskalasi di kawasan, seraya menyebut Presiden Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mengendalikan sekutunya di Tel Aviv.
"POTUS telah berkomitmen bahwa Amerika Serikat akan membungkam 'hewan peliharaannya' di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan memberi mereka pelajaran," tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas komentar keras yang sebelumnya disampaikan Israel Katz. Dalam pernyataannya pada Senin, Katz disebut menyatakan bahwa Israel telah memasukkan Pemimpin Revolusi Islam Iran ke dalam daftar target potensial negaranya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Teheran dan dinilai berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir sudah berada dalam kondisi sangat sensitif.
Pengamat menilai saling ancam antara kedua negara menunjukkan bahwa rivalitas Iran dan Israel masih jauh dari mereda, meski berbagai upaya diplomasi internasional terus dilakukan untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.
Dengan retorika yang semakin tajam dari kedua belah pihak, perhatian dunia kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Teheran maupun Tel Aviv untuk menghindari eskalasi yang dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih besar.



