telusur.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang mengguncang fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/7).
Tragedi yang terjadi di perusahaan pengolahan herbal tersebut menewaskan satu pekerja dan menyebabkan tujuh lainnya mengalami luka-luka, sekaligus menjadi peringatan serius bagi dunia industri mengenai pentingnya penerapan standar keselamatan kerja.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut, terutama kepada keluarga korban yang meninggal dunia maupun para pekerja yang masih menjalani perawatan.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/7).
Menurut Menperin, kejadian ini menjadi alarm keras bagi seluruh sektor industri untuk terus memperketat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam pengoperasian mesin-mesin industri yang bekerja dengan tekanan dan suhu tinggi.
Sebagai tindak lanjut, Agus telah menginstruksikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian guna melakukan verifikasi lapangan dan mengumpulkan informasi secara menyeluruh.
Tim tersebut juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan dalam proses investigasi penyebab insiden.
Berdasarkan laporan sementara, tanda-tanda gangguan pada mesin produksi mulai terdeteksi sekitar pukul 09.30 WIB ketika terjadi indikasi overheat pada peralatan bertekanan tinggi.
Beberapa menit kemudian, antara pukul 09.45 hingga 09.56 WIB, tabung sterilisasi di area produksi bagian belakang dilaporkan meledak hingga memicu kebakaran besar dan meruntuhkan sebagian bangunan pabrik.
Api baru berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB setelah upaya pemadaman selama beberapa jam.
Insiden tersebut menewaskan seorang pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak. Sementara tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH, Semarang.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengungkapkan, dugaan sementara penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas kemampuan desain alat.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian," kata Putu.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas produksi PT Raw Botanical Nusantara untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kemenperin juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk mengawal penanganan insiden hingga proses investigasi selesai.
Selain memantau perkembangan penyelidikan, Kemenperin mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, serta kalibrasi mesin produksi secara berkala guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden di Semarang ini kembali mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan industri nasional, aspek keselamatan kerja tetap harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.



