telusur.co.id - Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang terjadi Senin (22/11/22) sekira pukul 13:21 WIB telah merenggut korban jiwa sebanyak 162 orang meninggal dunia, dan 326 orang luka-luka.
Bahkan, menurut sumber Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini terdapat 13.784 orang mengungsi akibat bencana alam ini.
Atas musibah tersebut, Ketua Badan Koordinasi (Badko) TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Bekasi, KH Athoillah Mursjid mengirimkan bantuan berupa uang sebesar Rp 38.667.000.
“Bantuan untuk peduli gempa Cianjur ini, kami peroleh dari para pimpinan atau pengelola TKQ-TPQ-TQA Binaan Badko Kabupaten Bekasi,” kata Athoillah Mursjid, usai menyerahkan bantuan, Senin (5/12/22).
Bantuan kemanusiaan berupa uang dan kebutuan pokok lainnya tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Ketua Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Cianjur, Hilman Nuryadin.
Menurut Athoillah Mursjid, bantuan kemanusiaan ini merupakan tahap awal.
“Insya Allah kami akan memberikan bantuan kembali, terutama untuk kawan-kawan para pengelola TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Cianjur yang bangunan sekolahnya roboh dan rusak parah,” ujarnya.
Dijelaskan Athoillah Mursjid, selain memberikan uang, pihaknya juga memberikan sembako sebanyak satu ambulan. Antara lain; beras, minyak goreng, mie instan, dan makanan yang bermanfaat untuk para korban gempa.
“Sembako ini kita peroleh selain dari para pimpinan atau pengelola TKQ-TPQ-TQA, juga ada kerja sama dengan LSM Selendang Sutera Indonesia (Serasi) yang diketuai Pak Roni,” jelas Athoillah Mursjid.
“LSM Serasi sangat membantu sekali. Insya Allah Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Bekasi, akan menggalang kerja sama dengan lembaga-lembaga lain, termasuk LSM Serasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Cianjur, Hilman Nuryadin mengaku senang dengan adanya bantuan kemanusiaan dari Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Bekasi.
“Adanya bantuan ini kami tidak menutup mata, karena kondisi fisik di lapangan sangat memprihatinkan. Kami juga sangat bersyukur kepada Allah SWT dengan adanya bantuan ini,” ucapnya.
Hilman Nuryadin mengatakan, selain berfikir memberi untuk makan para korban gempa, ia juga lebih banyak berfikir tentang sekolah-sekolah yang hancur akibat gempa.
“Saya yakin tidak semua orang (pemberi bantuan) terkonsentrasi untuk berfikir cara membangun kembali sekolah-sekolah yang hancur, terutama pendidikan Islam,” katanya.
Sebab, lanjut Hilman Nuryadin, sampai hari ini banyak pemberi bantuan yang menggelontorkan uangnya hanya untuk tempat tinggal korban gempa. Namun, belum ada bantuan untuk sekolah, apalagi pendidikan non formal di bawah naungan Badko.
“Nah, dengan adanya bantuan dari Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Bekasi, ini sangat berarti. Dan, kami sudah menerima dari beberapa Badko kabupaten. Baik berupa uang maupun sembako,” terangnya.
Hilman Nuryadin mengakui bantuan yang disalurkan Badko TKQ-TPQ-TQA Kabupaten Bekasi sudah benar dan tepat sasaran.
“Insya Allah, bantuan dari rekan-rekan Badko akan kami distribusikan tepat sasaran,” ujarnya.
Rencananya, kata Hilman Nuryadin, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Badko terlebih dahulu, sebagai skala prioritas, termasuk pondok pesantren. Sebab, banyak santri yang menjadi korban gempa.
“Jadi bukan hanya bangunan sekolah saja, tapi para santri di ponpes yang menjadi korban gempa, juga kami santuni,” pungkasnya. [Fhr]



