Iran Klaim Tentara AS “Kabur”, Serukan Warga Kawasan Ikut Memburu - Telusur

Iran Klaim Tentara AS “Kabur”, Serukan Warga Kawasan Ikut Memburu

Juru bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari

telusur.co.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pernyataan keras datang dari militer Iran. Juru bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengklaim bahwa pasukan Amerika Serikat kini dalam kondisi terdesak dan tercerai-berai.

Zolfaghari menyebut sejumlah komandan dan tentara AS telah melarikan diri dari pangkalan militer mereka dan kini bersembunyi di berbagai lokasi di kawasan.

“Kami sedang memburu mereka,” tegasnya dalam pernyataan yang dirilis Kamis (26/3/2026).

Tak hanya itu, Iran juga secara terbuka meminta masyarakat di negara-negara sekitar untuk turut berperan. Warga diminta melaporkan keberadaan tentara AS yang diduga bersembunyi di luar pangkalan militer.

“Kami meminta masyarakat di kawasan untuk membantu mengungkap lokasi persembunyian mereka, sekaligus menuntut pengusiran Amerika demi keamanan bersama,” ujar Zolfaghari.

Dalam nada yang semakin tajam, ia mengklaim kekuatan militer AS di kawasan telah mengalami “kelumpuhan total”. Menurutnya, bukan hanya pangkalan militer yang hilang, tetapi juga pengaruh geopolitik yang selama ini dibangun oleh Washington di negara-negara Teluk.

“Anda telah lumpuh, dan tanda-tandanya semakin nyata setiap hari. Yang runtuh bukan hanya pangkalan Anda, tetapi juga tatanan yang Anda ciptakan sendiri,” katanya.

Zolfaghari bahkan melontarkan pernyataan simbolis yang penuh ancaman, menyebut bahwa bukan hanya kekuatan militer AS yang hancur, tetapi juga “umur” dominasi mereka yang kini berada di ujung tanduk.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan kebanggaan terhadap bendera Iran—hijau, putih, dan merah—yang disebutnya sebagai simbol kemenangan atas Amerika.

Pernyataan ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, di tengah situasi geopolitik yang sudah rapuh dan penuh ketidakpastian.


Tinggalkan Komentar