telusur.co.id - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para kader partainya. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya @prabowo, dirinya menyebut saat ini perkembangan situasi politik terus berkembang pesat.
"Memberikan taklimat kepada pimpinan Partai @Gerindra, pada kesempatan ini saya menyampaikan perkembangan situasi politik yang terus berkembang begitu cepat," ujar Prabowo, dikutip Rabu (7/6/23).
Menteri Pertahanan RI itu pun memberikan pesan kepada para kadernya untuk tidak mencaci maki dan menebar kebencian terhadap Bacapres lainnya.
"Saya juga berpesan kepada seluruh kader Partai Gerindra bahwa dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan datang kita harus berkompetisi dengan gagasan dan ide-ide yang membangun, jangan ada dari kader Gerindra yang mencaci maki lawan politik dan jangan sekali-kali menebar kebencian," ujar Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto meyakini kerukunan adalah kunci membangun Indonesia. Menurutnya, langkah konkret yang perlu dilakukan yakni menerapkan demokrasi sehat yang jauh dari saling ejek.
"Karena itulah saya berpendapat bahwa demokrasi Indonesia harus punya ciri khas. Demokrasi Indonesia jangan meniru negara lain," kata Prabowo di Jakarta, Rabu (31/5/23).
"Dalam demokrasi kita jangan caci maki, saling mengejek. Melainkan harus rukun, ke arah persatuan," lanjutnya.
Prabowo menilai, ketimbang saling ejek, demokrasi di Indonesia sebaiknya dibangun dengan persaingan yang fokus pada gagasan dan tidak anti kritik. Ia memandang, semua pihak harus bersahabat dalam membangun negara.
"Mari kita bersaing yang baik dalam hal gagasan dan program. Kita jangan sungkan untuk saling merangkul, saling bersahabat," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menyinggung soal politik tanah air di mana dia menjadi salah satu bakal capres yang bakal berlaga di Pemilu 2024.
"Kalau nanti insya Allah, saya terus capres, ini bukan kampanye ya. Kalau nanti Pak Ganjar terus maju, Pak Anies juga, saya tidak menganggap mereka lawan. Saya anggap mereka saudara saya sendiri," kata Prabowo. [Fhr]



