Petisi Pencopotan Gubernur Anies Daur Ulang dan Anti Kemanusiaan. - Telusur

Petisi Pencopotan Gubernur Anies Daur Ulang dan Anti Kemanusiaan.


Oleh: Muslim Arbi *

Petisi pencopotan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pernah muncul saat Presidennya Joko Widodo dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Petisi itu sempat ditandatangani ratusan ribu petitor. 

Setelah muncul tulisan argumen cetek yang dijadikan dasar petisi, lalu petisi itu pun tidak terdengar lagi nasibnya. 

Sekarang, setelah presidennya masih Joko Widodo dan Mendagrinya telah berganti ke Tito Karnavian. Segelintir manusia-manusia penasaran yang jagoannya keok pada Pilgub 2017 itu pun menginisiasi Petisi lagi yang ditujukan ke Prediden Jokowi dan Mendagri Tito. 

Alasan petisinya sama dengan petisi lama, cuma ditambah banjir. Melihat petisinya sepertinya orang-orang itu juga. Dari dasar-dasar petisi yang digunakan, pembengkakan APBD, Asian Games, dan lain-lain. 

Petisi ini sebetulnya Daur Ulang dari Petisi yang lama, cuma ditambahi dengan banjir di Ibu Kota sebagai tambahan. 

Kalau alasan banjir dan membuat petisi pencopotan, mestinya para inisiator dan donatur pembuat petisi atas kegagalan seorang Gubernur yang dianggap tidak becus urus banjir, maka semestinya para pembuat petisi itu buat juga petisi pencopotan terhadap Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Kalau alasan skala banjir yang bencana lebih besar akibatnya semestinya Gubernur Jawa Barat, yang dilayangkan petisi duluan karena ketinggian banjir di beberapa lokasi di Jawa Barat ada yang mencapai 8 meter. Tentunya korban manusia, dan harta benda pasti besar. 

Tapi rupanya hanya para pembuat petisi itu ingin memuaskan penasaran yang ditujukan untuk Gubernur DKI. Maka dapat dikatakan ini petisi pesanan. Dan para pemesan petisi ini jangan-jangan terkait dengan sejumlah pengusaha yang syahwat usaha terganjal oleh sikap Gubenur Anies yang tidak kompromi dalam hal seperti pelacuran, reklamasi, isu produk bir dan sebagainya. 

Para pembuat petisi pasti tidak akan gubris dengan derita yang dialami oleh sejumlah warga di DKI, Banten dan Jawa Barat akibat banjir. Di benak mereka bagaimana dapat menangguk keuntungan dari bencana banjir dan derita warga ini dengan menggalang petisi untuk hasrat dan bermimpi menguasai Ibukota dengan Petisi Pencopotan Anies.

Makanya tanpa rasa malu dan ragu, para pembuat petisi pun mendaur ulang sejumlah alasan sebagai dasar untuk "Petisi Daur Ulang ini". 

Alih alih bikin petisi untuk syahwat kekuasaan. Sebaiknya galang dana untuk bantu derita warga yang tertimpa musibah banjir di DKI, Banten dan Jawa Barat dan lain-lain, itu lebih elegan

)* Penulis adalah Direktur Gerakan Perubahan (GarpU)


Tinggalkan Komentar