telusur.co.id - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mengungkapkan pengalaman dirinya masuk partai politik. Nurul mengatkan, sebagai politikus yang mempunyai latar belakang artis, awalnya dia dianggap remeh.
"Kalau jadi artis yang tidak enaknya adalah masuk partai pertama-tama kita itu kayak underestimate. Pasti ya pasti itu, kemudian sepertinya ada gesture yang melecehkan, mungkin juga secara verbal soft ya, ada seperti itu," dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Potensi Caleg Artis dan Influencer di Pemilu 2024", di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/6/23).
Nurul menuturkan, hal-hal yang seperti itu, yang melecehkan, justru menjadi energi positif bagi dirinya untuk lebih menunjukkan diri.
"Hal-hal yang seperti itu yang mensub-ordinasi kita, yang melecehkan kita itu menjadi energi positif. Jadi kita tuh maunya, awas loh, awas loh, ajadi gitu-gitu terus tuh," ungkap Nurul.
Nurul pun memberikan pesan kepada para artis yang terjun ke dunia politik, masuk ke partai politik dan maju menjadi calon anggota legislatif.
"Kuncinya buat saya ternyata kalau jadi artis, apalagi perempuan ya, masuk partai yang pertama itu harus fokus, profesional, kemudian jangan genit. Ini yang penting nih jangan genit, dari gesture pun jangan genit, kalau ngomong lebih baik tegas-tegas aja dan Kalau ngomong harus dibekali oleh data," ujar Anggota Komisi I DPR RI itu.
Nurul pun bersyukur hingga saat ini dirinya masih bisa bertahan di partai politik dan eksis sebagai anggota legislatif karena profesionalismenya.
"Alhamdulillah sih saya masih sampai hari ini eksis ada di sini. Saya percaya betul bahwa profesionalisme itu menempatkan kita pada posisinya itu," pungkasnya. [Tp]



