Pendiri FKDT DR Sumitro Tutup Usia, Ketua FKDT DKI Jakarta Sampaikan Duka Mendalam - Telusur

Pendiri FKDT DR Sumitro Tutup Usia, Ketua FKDT DKI Jakarta Sampaikan Duka Mendalam

Pendiri FKDT pertama di Republik Indonesia, DR Sumitro. Foto ist

telusur.co.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Pendiri FKDT pertama di Republik Indonesia, DR Sumitro, dikabarkan tutup usia.

Atas wafatnya tokoh pendidikan diniyah tersebut, Ketua FKDT Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Munthoi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta mengenang berbagai perjuangan almarhum dalam mengembangkan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Indonesia.

“Beliau adalah orang baik. Sejak saya mendampingi beliau di FKDT sejak awal organisasi ini berdiri, beliau sangat fokus dan konsisten terhadap pengembangan serta peningkatan mutu MDT. Beliau sangat serius memperjuangkan eksistensi lembaga pendidikan diniyah melalui FKDT,” ujar Ahmad Munthoi.

Menurutnya, almarhum DR Sumitro merupakan sosok visioner yang menggagas berbagai program strategis untuk kemajuan MDT. Salah satu program yang hingga kini masih berjalan adalah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) sebagai wadah pengembangan kreativitas dan bakat santri Madrasah Diniyah secara nasional.

Selain itu, DR Sumitro juga menjadi penggagas upaya peningkatan mutu pendidikan MDT melalui pelaksanaan evaluasi dan standar pendidikan secara nasional yang diterapkan di lingkungan madrasah diniyah.

“Dua program besar yang beliau gagas, yaitu Porsadin dan penguatan mutu pendidikan MDT, sampai hari ini masih menjadi program yang dijalankan FKDT di berbagai daerah,” katanya.

Ahmad Munthoi menuturkan bahwa sejak FKDT berdiri pada tahun 2012 di Asrama Haji, DR Sumitro menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan diniyah. Tidak hanya di Jakarta, perjuangannya juga menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar Jawa.

“Beliau sangat fokus dan kuat memperjuangkan MDT. Selain itu, beliau juga memiliki jejaring yang sangat baik sehingga mampu memperkuat keberadaan FKDT di tingkat nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa almarhum juga berperan dalam pengembangan media pembelajaran MDT melalui penyusunan dan pengadaan buku-buku ajar yang menjadi rujukan pembelajaran di madrasah diniyah.

“Sampai hari ini, pengembangan media pembelajaran berupa buku ajar MDT masih terus kami lakukan di Jakarta maupun di tingkat nasional sebagai bagian dari melanjutkan gagasan beliau,” tambahnya.

Di mata Ahmad Munthoi, DR Sumitro merupakan sosok pejuang pendidikan diniyah yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan MDT di Indonesia.

“Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, beliau sangat layak disebut sebagai pejuang pendidikan MDT. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya dan menjadikan seluruh perjuangannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya.

Wafatnya DR Sumitro menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar FKDT dan dunia pendidikan diniyah di Indonesia. Berbagai gagasan dan program yang telah dirintisnya diharapkan dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi generasi mendatang. [ham]


Tinggalkan Komentar