telusur.co.id - Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Depok, Nuroji, memastikan persiapan pementasan Opera “Gugurnya Letnan Margonda” dalam rangka Lebaran Depok 2026 hampir rampung.
Dia mengatakan pertunjukan opera ini siap mengguncang Lebaran Depok 2026 dan seluruh proses latihan kini memasuki tahap akhir berupa gladi resik.
“Persiapan sudah selesai latihannya, tinggal gladi resik. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujar Nuroji kepada wartawan di Alun-alun Timur Grand Depok City (GDC), Rabu (6/5/2026).
Agenda gladi resik dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang, bertepatan dengan kegiatan diskusi kebudayaan yang juga akan diisinya sebagai bagian dari Dewan Kebudayaan Depok.
Dia menjelaskan, opera yang dijadwalkan tampil pada Sabtu (9/5/2026) itu akan menyajikan pertunjukan lintas seni yang memadukan tari, teater, musik, hingga drama dalam satu panggung.
Nuroji juga menyebut, cerita yang diangkat menggambarkan perjalanan sejarah Depok, mulai dari kehidupan awal masyarakat, penemuan kesenian tradisional Gongsi Bolong, hingga masa kolonial Belanda dan kisah perjuangan Letnan Margonda.
"Tentang perjalanan sejarah Depok mulai dari kehidupan, penemuan kesenian tertua di Depok yaitu Gongsi Bolong. Ya berjalan sampai masuknya Belanda lalu sampai ke Margonda," tutur dia.
Sejumlah sanggar seni turut dilibatkan dalam pementasan ini, di antaranya Betawi Ngoempoel, Larasati, Betawi Ora, hingga Kinang Putra.
Selain itu, sambung Nuroji, kelompok Perempuan Indonesia Raya serta pelajar dari Sekolah Master juga ikut ambil bagian. Penampilan utama akan dibawakan oleh penari Rosmala Sari Dewi.
Legislator Gerindra itu mengungkapkan, kolaborasi lintas komunitas ini menjadi kekuatan utama opera tersebut, sekaligus mencerminkan semangat keberagaman budaya yang ingin ditampilkan.
Dia turut menanggapi wacana penguatan Lebaran Depok melalui regulasi daerah. Nuroji menilai, payung hukum tidak harus berbentuk peraturan daerah (Perda), melainkan cukup melalui peraturan wali kota sebagai turunan dari Perda pemajuan kebudayaan yang telah ada.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar VI itu juga mendorong agar kegiatan budaya di Depok tidak berhenti pada Lebaran Depok saja.
Dalam kesempatan itu, dia mengusulkan berbagai agenda lain seperti festival budaya Sunda, pertunjukan wayang golek, hingga festival kuliner Minang sebagai bagian dari penguatan identitas multikultural kota.
Nuroji pun berharap, Lebaran Depok dapat terus berkembang menjadi ikon budaya tahunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Laporan: Malik Sihite



