telusur.co.id - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 70 warga Palestina tewas akibat pemboman Israel di kamp Maghazi di Jalur Gaza tengah.

“Jumlah korban pembantaian kamp Maghazi bertambah menjadi 70 syuhada,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra, di platform Telegram, pada hari Minggu malam (24/12/23), seperti dikutip Rai Al Youm.

Dalam pernyataan lain, Al-Qudra menyebutkan; “Apa yang terjadi di kamp Al-Maghazi adalah genosida di lapangan pemukiman padat tempat sejumlah keluarga dari berbagai tempat berkumpul.”

Kantor media pemerintah di Gaza dalam sebuah pernyataan berbicara tentang “puluhan korban dalam pembantaian yang dilakukan oleh tentara pendudukan (Israel) di kamp Maghazi, di mana mereka membom empat rumah yang dihuni.”

Mengomentari pemboman kamp pengungsi Maghazi, Hamas dalam sebuah pernyataan mengatakan; “Malam ini, rezim pendudukan (Israel) melakukan pembantaian yang mengerikan di kamp pengungsi Maghazi di Jalur Gaza tengah dengan membom beberapa rumah.”

Hamas menyebutnya sebagai kejahatan perang baru dan perpanjangan dari perang genosida yang dilakukan terhadap anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya.

Pihak Israel belum mengeluarkan komentar terkait pemboman kamp Al-Maghazi.

Sejak tanggal 7 Oktober lalu, tentara Israel mengobarkan perang di Gaza, yang hingga hari Minggu tercatat telah menyebabkan 20,424 orang Palestina tewas dan 54,36 orang terluka. Para korban umumnya adalah anak-anak dan kaum wanita.

Perang itu juga menimbulkan kerusakan infrastruktur besar-besaran, dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut kepada otoritas Jalur Gaza dan PBB. [Tp]