telusur.co.id - Juru bicara Anies Baswedan dalam tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sudirman Said, mengaku heran dengan intensnya lembaga survei merilis temuannya hampir tiap pekan. Karena itu, patut dipertanyakan kualitas hasil survei tersebut.
"Barangkali di seluruh dunia hari ini, tidak ada negara yang setiap minggu muncul survei. Seminggu tuh kadang dua kali," sindir Sudirman di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/23).
Diketahui, hasil survei capres Anies Baswedan yang dilansir sejumlah lembaga survei menunjukan penururan. Posisi Anies selalu berada di bawah dua pesaingnya yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Sudirman khawatir dengan survei yang terlalu sering merilis hasilnya akan berdampak pada kualitas dan kredibilitas. Sebab, bisa saja hanya dimaknai sebagai framing untuk elektabilitas.
"Saya khawatir kita mengalami inflasi yang sifatnya diframing, lama-lama kredibilitas survei makin hari makin rendah. Jadi saya mengkhawatirkan inflasi survei," tuturnya.
Namun demikian, Sudirman mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada donatur yang mensponsori para lembaga survei. Dengan begitu Koalisi Perubahan juga bisa mendapatkan gambaran.
"Mudah-mudahan survei yang berdatangan seminggu dua kali ini tetap terjaga kualitasnya dan kami tentu saja KPP menjadikan survei sebagai cermin untuk menata diri untuk bersiap-siap. Dan tentu saja seraya melakukan langkah-langkah lain untuk mengetahui kondisi lapangan," pungkasnya.[Fhr]



