telusur.co.id - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, dalam politik ada dua level yang diperjuangkan. Yakni high politic atau politik tingkat tinggi, dan low politic atau politik yang tatarannya lebih mikro.
"Berbicara persoalan low politic, ya kita berbicara persoalan bagaimana saya memenangkan Demokrat, partai lainnya juga berusaha menjadi pemenang. Itu adalah tataran kita berbicara persoalan di low politic, bukan politik rendah ya, tapi di level politik tataran yang lebih mikro," kata Herman dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan bertajuk "Bersama Menjaga Stabilitas di Tahun Politik", di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/23).
Tapi, kata Herman, kalau berbicara pada level high politic, itu berbicara persoalan tataran kebangsaan, kenegaraan, kita berbicara persoalan bagaimana memikirkan nasib bangsa dan negara, berbicara tentang Indonesia emas 2045.
"Karena negara ini milik kita bersama, negara milik awak media juga, artinya negara ini milik bersama gak bisa menjadi kepentingan sebagian kelompok," terangnya.
"Kontestasi hanya sebagai kompetisi yang temporer, durasinya sebentar saja. Seperti kami di DPR, kalau mau masuk kepada pemilu, berkontestasinya nanti di masa setelah DCS (Daftar Calon Sementara) sampai kepada pemilu, setelah itu ya biasa-biasa lagi," sambungnya.
Selain itu, di internal partai juga pasti ada kompetis karena ada kursi yang diperebutkan, ada jabatan tertinggi negara atau jabatan tinggi negara yang diperebutkan baik di legislatif maupun di eksekutif.
"Saya tiga periode di DPR RI ya ketemunya seperti itu," jelasnya.
"Kalau kemudian dalam konteks bagaimana kita untuk bisa menentramkan atau membuat situasi lebih adem dalam tensi politik yang tinggi, itu kita naikkan sedikit pembicaraan politik kita kepada tatanan politik kebangsaan," tambahnya.
Ia mencontohkan, ketika Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyebut nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam radal cawapres di PDI-P, PDIP dan Demokrat saling membuka ruang akan ada proses-proses dialog dan komunikasi politik, situasi menjadi lebih adem.
"Kita buka ruang itu. Karena apa, dalam tataran high politic, dalam tataran kita berbicara persoalan nilai-nilai kebangsaan, kita sama, tujuannya sama, untuk bisa mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita menuju masyarakat yang adil dan sentosa, mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan tentu mempertahankan kemerdekaannya," urainya.
Sehingga, lanjut dia, dalam konteks dan tataran pembicaraan high politic, dalam nilai-nilai kebangsaan semua memiliki satu visi dan misi yang sama sebagai negara bangsa. Tetapi pada tataran ataupun konteks pemilu, memang ada kontestasi, tetapi ini sudah biasa.
"Situasi boleh panas, tetapi hati tetap dingin. Kita tidak boleh berpecah belah walau berbeda partai, berbeda baju, tetapi dalam konteks membangun bangsa harus bersama-sama," tandasnya. [Tp]



