telusur.co.id - Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi, meminta keluarga personel militer AS yang ditempatkan di Asia Barat untuk memeriksa keadaan mereka. Karena, adan sensor terhadap angka korban jiwa oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada hari Rabu (1/4/2026), Jahanshahi mencatat bahwa CENTCOM “telah menyensor secara besar-besaran jumlah tentara Amerika yang tewas!”
“Kami menyarankan agar, dalam 24 jam ke depan, keluarga personel militer AS yang telah ditempatkan di Asia Barat menghubungi anak-anak mereka,” ujarnya.
“Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” tambah Jahanshahi, yang tampaknya merujuk pada kemungkinan terungkapnya status para tentara tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan bahwa lebih dari 500 tentara AS menjadi sasaran dalam operasi yang diumumkan pada hari Sabtu, yang menimbulkan "kerugian yang sangat besar" di antara mereka.
Juru bicara markas besar, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, mengatakan, pada hari Sabtu, pasukan AS telah meninggalkan pangkalan regional mereka. Karena "serangan dahsyat" dan bersembunyi di dua lokasi di luar pangkalan konvensional mereka.
Menurut pernyataan tersebut, tempat persembunyian pertama di Dubai menampung lebih dari 400 personel, sementara yang kedua berisi lebih dari 100 personel.
Kedua lokasi tersebut menjadi sasaran rudal presisi dan drone yang diluncurkan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Juru bicara tersebut menggambarkan serangan itu sebagai serangan yang menimbulkan "kerugian yang sangat besar". Ambulans telah mengangkut tentara Amerika, termasuk para komandan, selama berjam-jam.
Pernyataan itu selanjutnya memperingatkan Presiden Donald Trump dan para komandan militer AS bahwa wilayah tersebut akan menjadi "kuburan bagi tentara Amerika". Satu-satunya pilihan adalah menyerah.
Sehari sebelumnya, IRGC mengumumkan penargetan enam kapal taktis yang dioperasikan oleh militer AS di perairan Teluk Persia, yang mengakibatkan "sejumlah besar" pasukan Amerika tewas.
Namun, angka resmi AS menyebutkan bahwa sejauh ini hanya 13 tentara Amerika yang tewas sejak dimulainya agresi AS-Israel terhadap Iran.[Nug]



