telusur.co.id - Wakil Sekretaris Jenderal Jamiat al-Wefaq Bahrain, Al-Dihi, mengatakan bahwa bergabungnya Bahrain di bawah rezim Al-Khalifa ke dalam koalisi Amerika di Laut Merah adalah pengkhianatan terhadap bangsa Palestina dan negara-negara Islam dan Arab.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Selasa pagi mengklaim bahwa sebuah koalisi telah dibentuk untuk melawan operasi tentara Yaman di Laut Merah yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Norwegia, Belanda, Kanada, Bahrain dan Seychelles.

"Bangsa Bahrain tidak bisa tinggal diam menghadapi bergabungnya negara ini dalam koalisi AS yang membela kepentingan dan kejahatan rezim Zionis," kata Al-Dihi.

“Dengan berpartisipasi dalam aliansi kotor ini, pemerintah Bahrain terlibat dalam menumpahkan darah rakyat Palestina.” tegasnya, dikutip Parstoday, Jumat (22/12/23).

Al-Dihi menyerukan supaya Bahrain tidak boleh menjadi alat untuk melayani kepentingan Israel.

"Kami, sebagai rakyat Bahrain, tidak menerima negara ini menjadi bagian dari pengkhianatan terhadap Palestina," papar Al Dihi.

Sejauh ini, para pejuang Yaman telah menyita atau menargetkan beberapa kapal milik Zionis Israel atau kapal-kapal yang membawa kargo untuk Zionis Israel, dan praktis membuat Laut Merah sama sekali tidak aman bagi kapal-kapal Israel. [Tp]