telusur.co.id - Aksi relawan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo di Lampung Selatan menjadi sorotan publik lantaran melibatkan anak-anak Sekolah Dasar (SD). Para guru di sekolah tersebut diduga dilibatkan menjadi panitia dalam Peringatan Hari Kelahiran Pancasila.
Terkait itu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, yang dilakukan relawan Ganjar di Lampung, itu merupakan pelnggaran berat. Belum lagi heboh Ganjar diduga melakukan kampanye di sebuah masjid tapi Bawaslu tak menindaknya. Karena itu, DPR harus mengelar rapat dengar pendapat dengan Bawaslu .
"DPR Komisi II harus hearing dengan pimpinan Bawaslu seakan tak bertaji, harusnya tegas menganulir capres yang.melanggar UU," ujar Jerry kepada wartawan, Rabu (7/6/23).
Jerry mengingatkan, dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 pasal 16 dan pasal 280 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, secara tegas melarang melibatkan anak-anak dan melibatkan orang yang tidak memiliki hak pilih. Karena itu Bawaslu jangan memihak pada salah satu paslon.
“Kalau ada unsur keberpihakan pertanyaan saya kenapa harus ada Bawaslu. Kan percuma anggaran negara dikeluarkan untuk membiayai lembaga yang berpihak itu,” tukasnya.
Sebelumnya, aksi relawan Capres Ganjar Pranowo di Lampung Selatan menjadi sorotan publik karena melibatkan anak-anak SD. Selain pelajar SD, guru di sekolah tersebut diduga dilibatkan menjadi panitia dalam Peringatan Hari Kelahiran Pancasila.
Potret keterlibatan murid dan guru SD itu menjadi viral setelah diunggah oleh akun Twitter @PartaiSocmed pada Sabtu (3/5/23). Kegiatan yang melibatkan pelajar SD itu dilakukan di halaman Sekolah Islam Terpadu Insan Taqwa, Dusun Bangun Rejo, Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
"Tolooong, urusan dukung mendukung copras-capres jangan melibatkan sekolah dan anak-anak SD!! Sudah gitu guru-gurunya dipaksa jadi panitia tanpa diberi makan dan minum sama sekali pula! Cc @bawaslu_RI," tulis @partaisocmed.
Kicauan akun @PartaiSocmed itu pun langsung mendapat tanggapan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Melalui akun Twitter @bawaslu_RI, mereka meminta informasi mengenai lokasi deklarasi relawan Ganjar Pranowo tersebut.
"Terima kasih informasinya Sahabat @PartaiSocmed. Boleh diinfo lokasinya dimana? Kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak/lembaga yang fokus di isu anak. Terima kasih telah ikut mengawasi bersama," tulis @bawaslu_RI.
Bawaslu menanggapi informasi tersebut dengan menyatakan terima kasih dan menyatakan akan mengkoordinasikannya dengan pihak/lembaga yang fokus pada isu anak.
"Baik Sahabat, akan kami tampung lokasinya, dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak/lembaga yang fokus di isu anak ya. Terima kasih telah ikut mengawasi bersama," ujar akun Bawaslu.[Fhr]



