telusur.co.id - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, tidak ada puncak arus balik pasca libur Lebaran. Tidak ada penumpukan lantaran masyarakat kembali ke Ibu Kota secara bertahap.
“Tidak ada penumpukan atau kepadatan di satu hari. Jadi, terbagi arusnya ini per hari mengalir secara bertahap,” ujar Istiono dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/5/21).
Diakui Istiono, arus kendaraan mengalami kenaikan yang cukup drastis dalam beberapa hari terakhir. Namun hal tersebut masih dalam hitungan normal seperti sebelum libur Lebaran.
Saat ini pihak kepolisian juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah mengenai perpanjangan pengetatan arus balik Lebaran.
"Kami masih menunggu kebijakannya seperti apa, apakah nanti akan dilanjut sampai dengan 31 Mei atau tidak. Intinya kita akan laksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah,” katanya.
Saat arus balik Lebaran, kata Istiono, pihaknya juga melakukan swab antigen secara gratis bagi masyarakat yang tidak membawa hasil tes ketika melakukan perjalanan. Jika ada pemudik yang menunjukkan hasil reaktif akan langsung dirujuk ke rumah sakit guna menjalani perawatan.
“Kebijakan ini sangat efektif, sebab semua masyarakat yang kembali baik dari Sumatera menuju Jakarta wajib random test antigen. Begitupun yang dari Bali, Jawa ke Jakarta juga dilakukan random test antigen tersebut,” katanya.
Seperti diketahui, selama aturan pengetatan arus balik, Polri menyiapkan 109 pos pemeriksaan untuk memeriksa syarat dan dokumen warga yang akan kembali ke Ibu Kota. Dari jumlah tersebut, 83 pos tersebar di jalan arteri, serta 26 pos yang ditempatkan di gerbang tol dan rest area. (Tp)



