Sepi Job Saat Pandemi Jadi Alasan Beiby Putri Konsumsi Sabu - Telusur

Sepi Job Saat Pandemi Jadi Alasan Beiby Putri Konsumsi Sabu

Model Beiby Putri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/2/21) (foto: Telusur.co.id/ Tri Setyo)

telusur.co.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, model Beiby Putri menggunakan sabu lantaran sepi job saat pandemi. Seperti diketahui, IPT alias Beiby Putri merupakan seorang model majalah dewasa yang cukup terkenal.

"IPT adalah publik figur sering tampil di beberapa majalah yang ada. Kemudian sampai dengan saat ini di masa pandemi dengan job yang berkurang kemudian dia bekerja sekarang menjual beberapa barang-barang melalui media sosial," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/2/21).

Dari tangan Beiby, kata Yusri, pihaknya menyita dua klip yang diduga merupakan sabu. Namun pada penyelidikan lanjutan, diketahui satu klip berisi tawas.

"Setelah dicek ternyata yang 1,85 gram ini adalah tawas. Lalu klip kedua yang 0,2 gram ini jenis sabu-sabu," katanya.

Berdasarkan pengakuan Beiby, sambung Yusri, ia sudah empat kali memesan sabu. Dari hasil tes urine juga diketahui jika Beiby positif amphetamine.

"IPT kami gelandang ke narkoba Polda Metro Jaya. Kami lakukan swab test dan negatif, kami periksa urine dan positif metafetamin," tukasnya.

Atas perbuatannya, Beiby dijerat dengan Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sebelumnya, Beiby diamankan di lobby apartemen Bassura City dengan disaksikan oleh petugas keamanan apartemen. Saat dilakukan penggeledahan di kamar Beiby, polisi menemukan barang bukti sabu.

"Di kamar yang bersangkutan penyidik menemukan barang bukti dua klip plastik berisi sabu. Masing-masing seberat 0,20 dan 1,85 gram," ujar Yusri, Rabu (10/2/21).

Dari pengakuan Beiby, ia mendapat barang haram tersebut dari seorang berinisial R. Saat ini polisi masih memburu pemasok sabu ke Beiby.

"Interogasi awal, bahwa pelaku memesan sabu kepada seseorang yang R. Dia memesan di daerah Johar Baru," katanya. (tp)


Tinggalkan Komentar