telusur.co.id - Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pekan lalu, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang cukup menarik perhatian. Rezim arogan yang telah menghina bangsa-bangsa lain, bahkan menyebut sebagian negara di Timteng sebagai ‘sapi perah’; rezim yang membuat jijik bangsa-bangsa dunia, termasuk rakyatnya sendiri, akhirnya mendapat penentangan dari rakyatnya di AS dalam Pilpres.
"Rezim yang memimpikan kejatuhan Pemerintah Iran, kini telah runtuh secara hina,” kata Rouhani seperti dikutip alalam, Rabu (11/11/20).
“Di dalam negeri kita, rakyat menyaksikan sebuah perubahan dan perkembangan. Inflasi dan kemerosotan ekonomi akan berubah menjadi sebuah kelapangan dan jalan keluar dengan mengharap kondisi-kondisi mendatang,” imbuh Rouhani di depan para menterinya.
Rouhani menegaskan, asas hubungan Iran dengan negara-negara tetangga adalah persahabatan. AS memainkan peran sebagai faktor pengusik dan pengganggu dalam hubungan Iran dengan negara-negara lain.
"Saya merasa bahwa faktor pengganggu ini sudah mulai lenyap,” ungkapnya.
“Dalam tahun-tahun lalu, kita telah menjalin hubungan baik dengan sejumlah negara tetangga, seperti Irak, Turki, Afghanistan, Azerbaijan, dan negara-negara sahabat seperti Rusia dan China. Kita merasakan bahwa atmosfer untuk hubungan yang lebih dekat telah tersedia,” pungkas Rouhani. [Tp]



