Bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela tidak memiliki esensi kemanusiaan. Hal tersebut disinyalir untuk menutupi pengiriman senjata kepada pendukung kudeta.
Begitu disampaikan seorang pengamat Amerika Latin, Maxime Vivas dalam sebuah artikel di surat kabar Le Grand Soir Perancis yang terbit Jumat (8/2/19).
Vivas menulis, Presiden Nicolas Maduro tahu kisah Kuda Troya dan dia tahu bahwa imperialisme tidak pernah bermurah hati.
Menurutnya, Venezuela tidak perlu meminta sedekah. Jika Amerika ingin membantu, akhiri blokade dan sanksi.
“Lembaga-lembaga internasional AS memainkan peran dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Memang paket yang dia bawa semuanya dilabeli USAID. USAID dibentuk oleh Pax Americana untuk menutupi penyamaran agen CIA sebagai pembawa bantuan kemanusiaan,” terangnya.
Dikatakan Vivas, bahwa paket tersebut diangkut untuk mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido yang pro-Washington.
“Saya dapat mengumumkan bahkan sebelum bantuan itu dikirim bahwa paket USAID penuh dengan bantuan ‘tidak manusiawi’ untuk Guaido,” ungkapnya.
Tak tanggung-tanggung, bahkan dia menyebut Guaido sebagai boneka Amerika dan pengkhianat kepada tanah kelahirannya. Guaido menunggu paket senjata dari Washington dalam bungkusan bantuan kemanusiaan. (far)



