telusur.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa semangat perjuangan yang diwariskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, akan terus hidup di tengah rakyat Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah upacara penghormatan terakhir bagi Khamenei yang digelar di Teheran, Sabtu.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Pezeshkian mengatakan rakyat Iran akan menjadikan duka sebagai kekuatan untuk melanjutkan cita-cita yang diperjuangkan pemimpin mereka.
"Bangsa Iran yang agung, dengan hati yang dipenuhi duka cita dan tekad yang dipenuhi harapan, akan membuktikan bahwa bendera yang diperjuangkan oleh Pemimpin yang gugur untuk tetap berkibar tidak akan jatuh ke tanah," tulis Pezeshkian.
Presiden Iran juga mengutip ayat Al-Qur'an dari Surah Al-Qasas sebagai penegasan keyakinannya bahwa perjuangan rakyat akan terus berlanjut.
"Dan Kami berkenan memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka pewaris," demikian kutipan ayat yang disampaikan Pezeshkian.
Sementara itu, upacara perpisahan bagi Ayatollah Khamenei dan keluarganya dimulai pada Sabtu pagi di Mosalla, Teheran. Ribuan pelayat memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang selama puluhan tahun memegang peran sentral dalam politik dan kehidupan kenegaraan Iran.
Menurut narasi yang disampaikan pemerintah Iran, Ayatollah Khamenei wafat pada 28 Februari akibat serangan yang disebut sebagai aksi brutal dan teror yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menyebut Khamenei sebagai syahid atau martir dan menegaskan bahwa perjuangannya akan terus menjadi inspirasi bagi bangsa Iran.
Pernyataan Pezeshkian menegaskan tekad pemerintah Iran untuk menjaga kesinambungan arah perjuangan negara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.



