telusur.co.id -Perubahan dunia kerja yang bergerak semakin cepat membuat dunia pendidikan dan industri dituntut untuk saling terhubung. Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan melalui program “PDS Mengajar” di dua kampus vokasi di Jawa Timur.
Kegiatan pertama digelar pada 6 Mei 2026 di Politeknik Negeri Banyuwangi dalam rangkaian Career Entrepreneur Week. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Perusahaan PDS Parbianto Wibowo bersama Superintendent Perencanaan SDM PDS Hery Kiswanto hadir sebagai narasumber untuk memperkenalkan dunia kepelabuhanan sekaligus membagikan gambaran mengenai dinamika dunia kerja kepada mahasiswa dan alumni.
Diskusi yang berlangsung di aula utama kampus berjalan interaktif. Lebih dari 100 peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar peluang karier di sektor kepelabuhanan, tantangan dunia kerja, hingga kemampuan yang dibutuhkan industri saat ini.
Tak hanya mendengarkan materi, para mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan praktisi industri mengenai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya.
Parbianto menegaskan bahwa kemampuan akademik saja belum cukup untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis.
“Dunia industri hari ini mencari individu yang bukan hanya siap kerja, tapi juga siap belajar, beradaptasi, dan berkembang,” ujarnya.
Program “PDS Mengajar” kemudian berlanjut di Politeknik Negeri Jember pada 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional.
Dalam sesi tersebut, Hery Kiswanto membagikan pengalaman terkait pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kerja. Ia menjelaskan bahwa industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir adaptif dan kemampuan komunikasi yang baik.
Diskusi pun berkembang menjadi ruang bertukar perspektif antara mahasiswa dan praktisi industri mengenai kesiapan kerja, ekspektasi perusahaan, hingga tantangan generasi muda saat memasuki dunia profesional.
Program “PDS Mengajar” dihadirkan sebagai upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui diskusi langsung dengan praktisi, mahasiswa diharapkan dapat memahami kondisi dunia kerja secara lebih realistis sekaligus mengetahui kompetensi yang dibutuhkan di masa mendatang.
Bagi PDS, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting agar proses penyiapan sumber daya manusia tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.



