Mulai Juni Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat: PSI Perlu Kaji Plus Minusnya - Telusur

Mulai Juni Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat: PSI Perlu Kaji Plus Minusnya

Joko Widodo. Foto ist

telusur.co.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disebut telah sembuh 99 persen dan akan turun gunung untuk keliling Indonesia mulai Juni 2026.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan informasi itu mengindikasikan, Jokowi akan membawa panji-panji PSI ke penjuru Indonesia. Hal itu sesuai janjinya saat Rakernas PSI di Makassar pada 31 Januari 2016. Jokowi berkomitmen bekerja serius untuk membesarkan PSI dengan berkeliling Indonesia.

“PSI yang ingin masuk Senayan pada Pileg 2029, memang sangat membutuhkan Jokowi. Sebab tidak ada kader PSI yang cukup mumpuni untuk menggaet massa berlabuh ke PSI, termasuk Ketua Umumnya Kaesang Pangarep,” ujar Jamiluddin.

Ketergantungan terhadap Jokowi semakin besar karena hingga saat ini elektabilitas PSI masih rendah. Hasil survei terakhir, elektabilitas PSI hanya 1,2 persen.

Elektabilitas PSI itu tentu masih dibawah perolehan suaranya pada Pileg 2024. Padahal, Ketua Umum PSI, Ketua Harian Ahmad Ali, dan petinggi PSI sudah berkeliling Indonesia untuk konsolidasi. Bahkan Kaesang dan Ahmad Ali sesumbar akan menjadikan Jawa Tengah dan Makassar jadi kandang partai berlogo gajah.

Nyatanya petinggi PSI tak mampu mengerek elektabilitas partainya. Karena itu, PSI tampaknya tinggal berharap pada Jokowi agar mimpinya ke Senayan dapat terwujud.

“Berharap pada Jokowi juga sangat spekulatif. Sebab, masa keemasan Jokowi tampaknya sudah diujung rambut,” ujar dia. 

Jokowi bukan lagi sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa untuk berpihak kepadanya. Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial, termasuk terkait ijazahnya.

Kalau pun masih ada yang memujanya, itu hanya segelintir orang. Mereka ini tidak signifikan untuk membantu Jokowi membesarkan PSI.

Karena itu, berharap pada Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI, tampaknya akan berujung pada kekecewaan. Bahkan kehadiran Jokowi kepenjuru tanah air membawa panji-panji PSI bisa jadi akan menjadi bumerang pada partai gajah tersebut.

Jadi, kehadiran Jokowi membawa panji-panji PSI tidak dengan sendirinya dapat mendongkrak elektabilitas PSI. Bahkan tak menutup kemungkinan semakin banyak anak bangsa yang antipati terhadap PSI.

 

Karena itu, sebelum Jokowi berkeliling Indonesia membawa panji-panji PSI, sebaiknya perlu dikaji ulang plus minusnya. Jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan hanya karena salah menilai keperkasaan Jokowi. “Pikir itu pelita hati. PSI kiranya paham dengan peribahasa tersebut,” tandas mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta. [ham]


Tinggalkan Komentar