telusur.co.id - Kemunculan kasus suspek hantavirus di Indonesia mulai menarik perhatian serius di tingkat legislatif. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, meminta pemerintah tidak meremehkan temuan tersebut dan segera meningkatkan kewaspadaan nasional.
Menurut Nurhadi, meskipun jumlah kasus masih terbatas, potensi penyebaran penyakit zoonosis seperti hantavirus tetap harus diantisipasi sejak dini.
“Kami memandang kemunculan suspek hantavirus di Indonesia harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Nurhadi menilai Indonesia memiliki faktor risiko cukup besar terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan hewan seperti hantavirus. Kondisi geografis sebagai negara tropis dengan kepadatan penduduk tinggi disebut menjadi salah satu faktor utama.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui tikus dan dapat menyebar melalui urin, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.
Legislator dari Dapil Jawa Timur VI itu menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah, mulai dari penguatan deteksi dini, surveilans epidemiologi, hingga koordinasi lintas sektor.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan serta pengendalian populasi tikus, terutama di kawasan padat penduduk, pasar tradisional, dan gudang pangan.
“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” tegasnya.
Komisi IX DPR RI juga meminta penguatan kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk kemampuan laboratorium dalam mendeteksi penyakit, pelatihan tenaga medis, serta sistem pelaporan cepat antar daerah.
Nurhadi menekankan agar tidak terjadi keterlambatan diagnosis akibat kurangnya alat atau pemahaman di lapangan.
“Kami akan mendorong pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan secara merata,” katanya.
Meski meminta kewaspadaan, Nurhadi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
“Kewaspadaan kolektif dan disiplin menjaga kebersihan menjadi kunci utama,” ujarnya.



