telusur.co.id - Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev mengatakan, wabah Coronavirus (Covid-19) telah menyebar luas ke berbagai negara dan melanda berbagai sektor kehidupan manusia, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan peradaban serta perubahan hubungan internasional.
Memang, Covid-19 juga menguji kemampuan dan kredibilitas suatu negara melalui kebijakan politiknya untuk memastikan tanggung jawab sosial ekonomi dan ketahanan pangan dari dan oleh negara kepada rakyatnya.
Dampak dari virus Corona adalah menguji kredibilitas kerjasama multilateral dan bilateral antar negara.
Hari-hari ini adalah kesempatan yang baik untuk mengamati kemampuan negara-negara dalam menangani masalah-masalah terkini, serta menyaksikan komitmen mereka terhadap agenda internasional.
Ketika awal pandemi pecah, beberapa negara memang memilih untuk menerapkan lockdown sebagian atau seluruhnya. Namun, keputusan untuk mengunci kawasan tersebut, tentunya berdampak luar biasa bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan suatu negara.
Kendati demikian, Presiden Mirziyoyev mengatakan bahwa tidak ada yang berhak menilai tentang situasi dan sistem politik negara lain dan situasi saat ini. Seputar virus corona menunjukkan bahwa terlepas dari tingkat kekuatan yang dimiliki negara, baik sebagai negara berkembang, middle power atau super power, semuanya telah tertantang oleh pandemi.
Sebagai negara Muslim terbesar di Asia Tengah dan Tanah Air Imam Bukhari, Uzbekistan juga merasa terpanggil untuk mengadopsi 'Code of International Voluntary Commitment by Unions during the Pandemic' pada sesi Debat Umum dalam agenda rutin tahunan yang populer disebut UNGA (United Nations General Assembly/Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa).
Di antara proposal penting lainnya adalah pengadopsian Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang Hak Pemuda (Youth Rights), pembentukan di bawah naungan Pusat Regional PBB untuk Pengembangan jaringan transportasi dan komunikasi serta pengadopsian Resolusi Khusus PBB tentang Peningkatan Peran Parlemen dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Ketentuan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, Uzbekistan juga membawa proposal adopsi Resolusi Khusus PBB tentang Pengumuman Wilayah Aral sebagai zona inovasi dan teknologi ekologi, sebuah konferensi Internasional yang didedikasikan untuk 10 tahun upaya bersama negara-negara Asia Tengah dalam menangani strategi teror global, pembentukan Komite PBB tentang solusi damai masalah Afghanistan. dan menjadi tuan rumah Forum Internasional Asia Tengah di persimpangan peradaban internasional pada tahun 2021 di kota Khiva, Khwarazm, Tanah Air sarjana Muslim Agung Mukhammad Al Khwarazmi (Al Jabr).
Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia diharapkan mendukung Uzbekistan dalam hal meningkatkan peran internasionalnya.
Laporan:A.Dimiyati



