telusur.co.id - Kekalahan dari Bayern Munich di UEFA Champions League menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Hasil ini sekaligus memperpanjang musim kelam Los Blancos yang terancam kembali tanpa trofi.
Dengan peluang juara La Liga yang semakin tipis karena tertinggal jauh dari Barcelona, tekanan kini memuncak di internal klub. Presiden Florentino Perez disebut langsung memberikan peringatan keras kepada para pemain usai kekalahan tersebut.
Tak berhenti di situ, wacana perubahan besar mulai mencuat. Penasihat dekat Perez, Anas Laghari, dikabarkan mendorong “rekonstruksi total” Real Madrid setelah dua musim berturut-turut tanpa gelar.
Perombakan ini bukan sekadar pergantian pemain, tetapi bisa menyentuh seluruh struktur klub.
Salah satu nama yang berada di ujung tanduk adalah Juni Calafat. Sosok penting di balik perekrutan bintang seperti Vinicius Junior dan Rodrygo ini kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Selain Calafat, posisi Santiago Solari juga terancam. Saat ini menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Profesional, Solari sebelumnya bahkan sempat disebut sebagai kandidat pelatih sementara setelah pemecatan Xabi Alonso awal tahun ini.
Jika rencana besar ini benar-benar dijalankan, bukan tidak mungkin Real Madrid akan memasuki era baru dengan wajah yang sepenuhnya berbeda baik dari sisi pemain, staf, hingga struktur manajemen.
Satu hal yang jelas: kegagalan kali ini tampaknya menjadi titik balik. Di bawah kepemimpinan Perez, Madrid tidak dikenal sebagai klub yang sabar terhadap hasil buruk dan musim panas mendatang bisa menjadi awal dari perubahan besar-besaran di Santiago Bernabéu.



