Legislator PKS Dorong Kemitraan Koperasi, Petani, dan Korporasi Perkuat Industri Nanas Subang - Telusur

Legislator PKS Dorong Kemitraan Koperasi, Petani, dan Korporasi Perkuat Industri Nanas Subang

Nanas Subang sebagai komoditas unggulan daerah. Sumber foto: ist

telusur.co.id - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendorong penguatan kemitraan antara koperasi, petani, dan korporasi untuk mengembangkan industri nanas di Kabupaten Subang. Pernyataan ini disampaikan saat reses di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, bertempat di Aula Koperasi Produsen Upland Subang Farm.

Ateng yang berasal dari Dapil Jawa Barat IX menyoroti potensi besar nanas Subang sebagai komoditas unggulan daerah. Data Pemkab Subang mencatat luas lahan nanas sekitar 1.630 hektare dengan produksi hingga 296.000 ton per tahun, sementara Kementerian Pertanian mencatat produksi 158.180 ton pada 2022 atau 4,94 persen dari total produksi nasional. “Subang merupakan salah satu sentra utama produksi nanas nasional yang harus didorong naik kelas, tidak hanya di hulu tetapi juga di hilir,” ujarnya dalam keterangan Sabtu, (2/5/2026).

Ia menilai hilirisasi nanas sebelumnya tidak berkelanjutan karena lemahnya kemitraan antara petani dan industri. Ketidakstabilan pasokan bahan baku, akibat praktik penjualan ke pihak lain saat harga naik, membuat industri pengolahan tidak mampu bertahan. “Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bahwa penguatan industri tidak cukup hanya pada produksi, tetapi harus dibangun dengan sistem kemitraan yang kuat dan saling mengikat,” tegas Ateng.

Koperasi Produsen Upland Subang Farm menjadi model penguatan kelembagaan petani, melibatkan 87 kelompok tani dengan lebih dari 3.300 petani di wilayah dataran tinggi Subang. Koperasi ini telah berhasil menembus pasar ekspor manggis dengan nilai transaksi kumulatif Rp6,6 miliar dan merencanakan pengembangan unit pengolahan nanas untuk memperkuat hilirisasi.

Namun, Ateng menekankan keterbatasan modal kerja masih menjadi kendala utama koperasi dalam menyerap hasil panen petani secara optimal. “Kapasitas koperasi perlu diperkuat agar mampu menjadi off-taker yang stabil bagi petani sehingga mereka tidak kembali bergantung pada tengkulak,” ujarnya.

Ateng mendorong kolaborasi antara Pemkab Subang, koperasi, dan korporasi agribisnis berpengalaman untuk memperkuat rantai pasok dan mempercepat hilirisasi produk nanas. Menurutnya, kemitraan terstruktur dan saling menguntungkan menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Subang memiliki potensi besar menjadi pusat produksi dan industri nanas nasional. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi yang kuat, sistem terintegrasi, dan komitmen bersama agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” pungkas Ateng.


Tinggalkan Komentar