telusur.co.id - Anggota DPR RI Komisi X, Ledia Hanifa, menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk UMKM, khususnya di sektor pangan, melalui pemahaman teknik pengolahan dan pengemasan yang tepat. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Teknik Pengolahan dan Pengemasan Pangan Produk UMKM di Kampus ASM Ariyanti, Kota Bandung, akhir April lalu.
Ledia menegaskan bahwa pengemasan bukan sekadar pembungkus produk, tetapi bagian penting yang menentukan kualitas, daya tahan, hingga status kehalalan. “Produk pangan tidak hanya harus halal, tapi juga thayyib, yakni baik secara keseluruhan. Pengemasan menjadi faktor penting karena memengaruhi kualitas produk, keamanan pangan, dan distribusi,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (2/5/2026)..
Ia menyoroti kendala pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas namun terbatas pada aspek pengemasan. Contohnya, pelaku usaha makanan ringan yang memiliki permintaan ekspor tinggi, namun terkendala jenis kemasan. Produk yang sebelumnya menggunakan plastik harus beralih ke kaleng untuk memenuhi standar ekspor, dengan biaya lebih tinggi.
“Sering kali hal seperti ini dianggap sepele, padahal kemasan menentukan daya saing produk. Produk yang baik harus didukung kemasan yang mampu menjaga kualitas, aman, informatif, dan sesuai standar pasar,” jelas Ledia.
Ia juga menekankan pentingnya pelabelan sesuai ketentuan perlindungan konsumen, termasuk informasi komposisi, bahan utama, kandungan gizi, dan potensi alergen.
Kegiatan ini juga menghadirkan peneliti utama BRIN bidang pangan, Asep Nurhikmat, yang memberikan paparan terkait hasil riset pengolahan dan pengemasan pangan untuk mendukung UMKM naik kelas.
Ledia berharap peserta dapat menyerap ilmu dan langsung menerapkannya sesuai karakteristik produk masing-masing. “Tidak ada satu jenis kemasan yang paling baik untuk semua produk. Ilmu hari ini harus dipraktikkan agar UMKM kita berkembang. Jangan lupa bagikan pengetahuan ini ke pelaku UMKM lainnya,” tambahnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing, memperluas pasar, dan menghasilkan produk pangan lokal yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.



