telusur.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, memastikan alokasi rumah subsidi untuk wilayah Jawa Tengah pada 2026 mencapai sekitar 40 ribu unit.
Kepastian itu disampaikan Ara saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama para kepala daerah kabupaten di kantornya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, capaian Jawa Tengah dalam sektor perumahan tergolong moncer di tingkat nasional. Hal ini cukup menarik mengingat provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia.
“Secara nasional, Jawa Tengah berada di posisi dua. Padahal jumlah penduduknya sangat besar. Ini menunjukkan kinerjanya sangat positif,” ujar Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara kepada wartawan.
Tak hanya fokus pada penyediaan rumah subsidi, lanjut Ara, pemerintah juga terus menggenjot program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang kini lebih populer dengan istilah “bedah rumah”.
Ara juga mengatakan, program tersebut akan dirancang agar melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Dengan begitu, dampak ekonominya bisa langsung dirasakan masyarakat setempat.
“Program ini kita sederhanakan penyebutannya jadi bedah rumah agar lebih mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, penggunaan material lokal menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. Langkah ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Selain itu, Ara juga memastikan koordinasi lintas kementerian terus diperkuat. Di antaranya dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid guna memastikan kesiapan teknis di lapangan.
Lebih lanjut, ia menilai sektor pertanian di Jawa Tengah juga menunjukkan performa yang solid secara nasional.
Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator penting bahwa daerah ini siap mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat.
Laporan: Malik Sihite



