Keluhkan Motornya, Toprak Razgatlioglu: Masalah Lama Kembali Menghantui - Telusur

Keluhkan Motornya, Toprak Razgatlioglu: Masalah Lama Kembali Menghantui

Pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu

telusur.co.id - Pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu, mengungkapkan kekecewaannya usai menjalani akhir pekan sulit di MotoGP Brasil. Meski sempat menunjukkan potensi di awal, ia kembali dihadapkan pada masalah klasik yang telah lama membayangi motor Yamaha.

Balapan di Goiania sejatinya diawali dengan cukup menjanjikan. Pada sesi Jumat yang berlangsung dalam kondisi cuaca tak menentu, Razgatlioglu berhasil menembus Q2 untuk pertama kalinya—sebuah pencapaian yang memberi harapan besar.

Namun, performanya menurun drastis pada Sabtu. Ia hanya mampu старт dari posisi ke-12, sebelum akhirnya finis di posisi ke-17 pada balapan utama, tepat di depan Maverick Vinales.

Hari Minggu memang sedikit lebih baik, tetapi bukan tanpa masalah. Razgatlioglu kembali mengeluhkan persoalan traksi—isu lama yang disebutnya masih belum terselesaikan pada motor Yamaha.

“Grand Prix berjalan lebih baik daripada Sprint, tetapi cengkeraman ban belakang terasa aneh. Pabrikan lain punya grip yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap kali membuka gas, motornya kehilangan traksi secara signifikan, membuat akselerasi menjadi tidak optimal.

“Kami mencoba memperbaiki, tetapi roda terus berputar dan saya kehilangan banyak waktu saat keluar tikungan,” tambahnya.

Sepanjang balapan, Razgatlioglu sempat terlibat duel dengan sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa mampu menandingi kecepatan Quartararo di beberapa sektor tikungan, namun kalah jauh saat akselerasi.

“Saya bisa mengejarnya di tikungan, tapi begitu keluar tikungan dan mulai akselerasi, dia selalu lebih unggul,” jelasnya.

Perbedaan tersebut, menurutnya, bisa berasal dari pengaturan motor atau manajemen ban yang lebih baik dari Quartararo.

Kesempatan untuk terus menekan Quartararo sirna setelah Razgatlioglu melakukan kesalahan di tikungan pertama.

“Saya melebar di tikungan 1 dan kehilangan kontak. Setelah itu, saya benar-benar sendirian di lintasan,” katanya.

Meski hasil akhir jauh dari harapan, pembalap yang dikenal sebagai juara dunia Superbike itu mengaku tetap mendapat pelajaran penting, khususnya dalam hal pengereman mesin.

“Saya tidak puas dengan hasilnya karena finis hampir terakhir lagi, tetapi saya belajar sesuatu tentang engine braking. Sekarang saya lebih percaya diri saat pengereman,” tutupnya.


Tinggalkan Komentar