telusur.co.id - Usai rangkaian kunjungan dan peresmian revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melanjutkan agenda dengan melepas peserta Program Magang Kerja Luar Negeri bagi murid SMK dan alumni pekerja migran.
Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Tulungagung, Kamis (14/5/2026), dan dilakukan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai serta Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket kepada peserta program yang terdiri dari tujuh putra dan tiga putri. Pemasangan jaket tersebut menjadi simbol kesiapan generasi muda Jawa Timur untuk menapaki dunia kerja internasional.
Adapun negara tujuan program magang dan penempatan kerja luar negeri tersebut meliputi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Program ini menunjukkan tingginya antusiasme serta kesiapan lulusan SMK Jawa Timur dalam bersaing di pasar kerja global. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 898 pelajar SMK asal Tulungagung mengikuti program magang kerja dan penempatan luar negeri.
Sementara secara keseluruhan, jumlah peserta asal Jawa Timur mencapai 4.920 siswa dan lulusan SMK. Jumlah tersebut terdiri dari 3.186 peserta program magang kerja luar negeri dan 1.734 lulusan SMK yang kembali bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Khofifah menyampaikan bahwa, program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri global.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa, pendidikan vokasi di Jawa Timur terus bergerak secara berkelanjutan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan siap menjawab kebutuhan dunia industri internasional. (ari)



