telusur.co.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengecam keras publikasi gambar menghina Nabi Muhammad Saw oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo.
Fars News, Jumat (4/9/20) melaporkan, Saeed Khatibzadeh, pada Kamis (3/9/20) malam mengatakan, segala bentuk penghinaan, dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi Tuhan lainnya sama sekali tidak bisa dibenarkan.
Jubir Kemenlu Iran menambahkan, penghinaan yang kembali dilakukan media Prancis dengan dalih kebebasan pers, telah menyakiti hati para pengikut agama tauhid dunia, dan ini merupakan provokasi serta penghinaan terhadap nilai-nilai Islam, dan akidah lebih dari satu miliar umat Islam.
Khatibzadeh menegaskan, berbeda dengan alasan penghinaan yang dilakukan oleh Charlie Hebdo, kebebasan berpendapat memiliki nilai luhur yang harus diterapkan dalam bentuk konstruktif untuk menciptakan kehidupan rukun sesama manusia, dan mencapai kesepahaman di antara agama-agama.
Diketahui, Majalah Charlie Hebdo baru-baru ini kembali memuat gambar karikatur menghina Nabi Muhammad Saw, dan aksi ini membangkitkan kemarahan umat Islam dunia. [Tp]



