Inabuyer B2B2G Expo 2026 Digelar untuk Perkuat Peran UMKM dalam Rantai Pasok - Telusur

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Digelar untuk Perkuat Peran UMKM dalam Rantai Pasok


telusur.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta SMESCO Indonesia akan menyelenggarakan Inabuyer B2B2G Expo 2026 pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta. 

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan, komitmen pemerintah untuk memperluas akses pengusaha UMKM ke dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, rantai pasok BUMN, serta kemitraan dengan usaha besar. Langkah ini diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing dan kapasitas usaha. 

“Pemerintah terus berkomitmen memperkuat keberpihakan terhadap pengusaha UMKM melalui kebijakan seperti Kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan optimalisasi TKDN, termasuk melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026,” ujar Helvi dalam Sosialisasi Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Ia menambahkan, penyelenggaraan expo ini menjadi momentum strategis untuk membangkitkan pasar produk dalam negeri sekaligus memperkuat kemitraan lintas sektor antara pemerintah, usaha besar, dan BUMN/BUMD. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan penggunaan produk lokal, serta mendorong pemerataan ekonomi dan daya saing nasional. 

Lebih lanjut, Helvi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi pengusaha UMKM agar semakin tangguh, kompetitif, dan terintegrasi dalam rantai nilai, baik di tingkat domestik maupun global. 

Senada dengan itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP, Muhammad Aris Supriyanto, menyoroti peran strategis belanja pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha dalam negeri. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional bertumpu pada jutaan UMKM dan koperasi yang tersebar di berbagai daerah. 

“Belanja pemerintah memiliki peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses pasar bagi pengusaha UMKM. Inabuyer B2B2G Expo 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan dengan kapasitas UMKM yang terus berkembang,” kata Aris. 

Melalui ajang ini, LKPP melihat peluang besar untuk memperkuat ekosistem yang inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri, sekaligus memperluas keterlibatan pengusaha UMKM dalam pengadaan nasional. 

Ketua Umum HIPPINDO dan ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menambahkan bahwa sektor konsumsi, termasuk ritel modern, merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Ia menilai Inabuyer B2B2G Expo 2026 dapat memperkuat konektivitas antara belanja pemerintah, kebutuhan sektor swasta, dan kapasitas produksi dalam negeri. 

“Ajang ini menciptakan permintaan yang nyata dan terintegrasi, sehingga mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam negeri,” ujar Budihardjo. 

Melalui gerakan nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA), ia juga mendorong pemenuhan kebutuhan sektor ritel, industri, hingga pariwisata menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya, Inabuyer menjadi platform penting untuk menghadirkan lebih banyak produsen lokal, termasuk pengusaha UMKM, agar terhubung langsung dengan pasar yang lebih luas. 

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 difokuskan pada keterlibatan langsung pengusaha UMKM dalam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, dan Sekolah Rakyat. Pendekatan ini memberikan peluang konkret dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM untuk terhubung dengan kebutuhan pasar yang nyata. 

Berbagai agenda strategis turut disiapkan, mulai dari business matching, pameran produk, diskusi panel, hingga penandatanganan nota kesepahaman dan kontrak kerja sama. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat posisi pengusaha UMKM dalam rantai pasok nasional. 

Selain itu, expo ini juga memperluas peluang partisipasi pengusaha UMKM ke sektor yang lebih luas, termasuk proyek infrastruktur publik serta ekosistem ritel modern seperti pusat perbelanjaan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan memperluas akses pasar bagi produk lokal. 

Aspek pemulihan ekonomi turut menjadi perhatian melalui program Showcase UMKM Bangkit, yang menghadirkan pengusaha UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Melalui program ini, mereka didorong untuk kembali mengakses pasar dan membangun kemitraan baru, sehingga mempercepat pemulihan usaha secara berkelanjutan.[Nug] 


Tinggalkan Komentar