telusur.co.id - Usia ke-27 Kota Depok menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan yang belum juga terselesaikan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, menyebut, kota ini masih dihadapkan pada sejumlah masalah klasik yang terus berulang setiap tahun.
Hal itu disampaikannya usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok yang digelar di Lapangan Depok Open Space (DOS), Senin (27/4/2026).
"Ini hari jadi yang ke-27 untuk Kota Depok. 27 tahun ini usia yang harusnya matang, dewasa bagi sebuah Kota. Tetapi pada realitanya, atau yang disampaikan Pak Wali tadi memang banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus dituntaskan," ucap Siswanto.
"Misalkan terkait dengan masalah jalan-jalan yang berlubang. Kemudian di infrastruktur itu ya, kemudian sampah," sambung dia.
Selain persoalan infrastruktur dan lingkungan, Siswanto turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat. Dia mengakui angka kemiskinan di Depok mengalami penurunan, namun tekanan inflasi membuat daya beli warga tetap tergerus.
“Secara data turun, tapi kebutuhan pokok naik. Ini yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas dia.
Dalam momentum HUT ini, dia juga mengusulkan agar pemerintah kota mulai mengabadikan nama-nama pahlawan, tokoh sejarah, dan ulama yang berjasa dalam pembangunan Depok sebagai nama jalan.
Menurut Siswanto, banyak nama jalan saat ini tidak memiliki makna yang kuat bagi masyarakat. Padahal, lanjut dia, penamaan jalan bisa menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus penghargaan bagi tokoh lokal.
Lebih jauh, dia menekankan, peringatan hari jadi tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi titik tolak untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi Kota Depok.
Laporan: Malik Sihite



