telusur.co.id -Ketua Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Ferry Tauhid Indrasjarief menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi sisa laga kandang di kompetisi Super League Indonesia musim ini. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipastikan menjadi satu-satunya opsi venue hingga akhir musim.
Macan Kemayoran menyisakan tiga partai kandang lagi diantaranya menghadapi Persis Solo (27/4), Persib Bandung (10/5), dan Semen Padang (23/5).
Menurut pria yang akrab disapa Bung Ferry ini, SUGBK menjadi pilihan satu-satunya untuk laga-laga kandang Persija. Hal ini juga merupakan permintaan tim yang lebih memilih bermain di SUGBK daripada Jakarta International Stadium (JIS).
Laga krusial melawan Persib Bandung pun diisyaratkan bakal digelar di venue tersebut.
“Karena memang ini yang paling disukai sama tim karena saya mengutamakan tim dulu. Ya saat ini tinggal GBK pilihan utamanya. Gak ada lagi pilihan lain. Insya Allah, lawan Persib Bandung dan lawan Semen Padang disini,” ujar Bung Ferry.
Selain kesiapan teknis, Bung Ferry juga menyoroti pentingnya dukungan suporter dalam menjaga atmosfer positif di stadion. Ia memahami berbagai dinamika yang terjadi di kalangan pendukung Persija Jakarta, termasuk kekecewaan terhadap performa tim.
“Ya sebetulnya gini, saya gak masalah kalau ada yang memang sudah tidak mau nonton untuk pertandingan ini. Entah sikap mereka karena prestasi Persija, kekecewaan atau apa itu gak masalah, itu hal paling manusiawi lah,” katanya.
Meski demikian, ia berharap baik suporter yang hadir maupun yang tidak tetap memberikan dukungan secara positif demi kelancaran pertandingan.
Ia mengimbau agar para penonton harus menjaga ketertiban agar tidak menjadi faktor sulit turunnya izin keamanan dari pihak kepolisian.
Bung Ferry menambahkan, kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor penentu agar Persija tetap bisa menggunakan GBK sebagai kandang hingga akhir musim.
“Cuma saya berharap yang hadir dan yang tidak hadir benar-benar mendukung supaya pertandingan berjalan lancar. Itu aja,” lanjutnya.
“Hal-hal yang memang tidak diperkenankan dalam regulasi itu jangan lagi dilanggar, misalnya petasan, red flare gitu. Apalagi turun ke lapangan dan lemparan,” tegasnya.“Saya berharap itu semua pegang supaya kita bisa main disini sampai akhir musim. Karena kita gak ada stadion lagi,” pungkasnya.
Persija akan menghadapi Persis pada pekan ke-30 Super League di SUGBK mulai pukul 19.00 WIB nanti. Kemenangan wajib diraih Rizky Ridho dkk. agar tetap berada di jalur persaingan juara.



