telusur.co.id -Hotel Majapahit Surabaya -MGallery Collection berkolaborasi dengan dkoe, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Surabaya yang bergerak di bidang produk berkelanjutan (sustainability), untuk menghadirkan produk fesyen ramah lingkungan berbahan dasar ampas kopi.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya menggabungkan praktik bisnis perhotelan dengan kreativitas UMKM lokal dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi kreatif.
Melalui kerja sama ini, ampas kopi yang dihasilkan dari berbagai outlet Hotel Majapahit Surabaya, seperti area sarapan, banquet, dan Lobby Lounge, dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi pewarna alami bagi kain berbahan serat alam. Material tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi produk fesyen yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi.
Koleksi perdana hasil kolaborasi ini dijadwalkan diluncurkan pada 30 Juni 2026 dan dipasarkan secara eksklusif di Gift Shop Hotel Majapahit Surabaya.
Produk pertama yang diperkenalkan dalam kolaborasi ini adalah scarf yang dibuat menggunakan tekstil hasil pewarnaan alami dari ampas kopi.
Scarf dipilih karena dinilai sebagai produk yang fleksibel dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Selain dikenakan sebagai aksesori leher, produk tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bandana, penghias tas, maupun pelengkap gaya berpakaian.
Melalui produk ini, Hotel Majapahit Surabaya dan dkoe ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah, melainkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Keunikan kolaborasi ini juga terletak pada proses eksplorasi material yang dilakukan kedua pihak. Ampas kopi yang digunakan berasal dari beberapa outlet hotel dengan karakter biji kopi yang berbeda.
Lobby Lounge menggunakan kopi 100 persen Arabika premium yang merupakan perpaduan biji kopi dari sembilan perkebunan di berbagai negara. Sementara itu, area sarapan menggunakan campuran 60 persen Robusta dan 40 persen Arabika asal Indonesia, sedangkan kebutuhan banquet menggunakan komposisi 80 persen Robusta dan 20 persen Arabika.
Pada tahap awal pengembangan produk, Hotel Majapahit Surabaya dan dkoe memilih memanfaatkan ampas kopi dari area sarapan dengan komposisi 60 persen Robusta dan 40 persen Arabika.
Pemilihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses riset untuk mengetahui pengaruh komposisi, asal kopi, serta teknik pengolahan terhadap karakter warna alami yang dihasilkan pada kain. Ke depan, kedua pihak berencana mengeksplorasi seluruh jenis ampas kopi yang tersedia guna menghasilkan variasi warna dan tekstur yang berbeda pada setiap produk.
Sebagai hotel heritage berbintang lima yang telah berdiri lebih dari satu abad di Kota Surabaya, Hotel Majapahit terus berupaya menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di sisi lain, dkoe menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan limbah menjadi material alternatif yang dapat diolah menjadi produk fesyen.
Marketing Communications Hotel Majapahit Surabaya - MGallery Collection, Essa Adeline, mengatakan scarf dipilih sebagai produk perdana karena memiliki fungsi yang fleksibel dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.
"Kami memilih scarf sebagai signature product karena scarf adalah produk yang inklusif dan fleksibel. Baik pria maupun wanita dapat menggunakannya dalam berbagai cara, mulai dari scarf leher, bandana, hingga aksesori tas. Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya merepresentasikan konsep sustainability, tetapi juga memiliki fungsi yang relevan dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap para tamu dapat melihat bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Essa Adeline.
Sementara itu, Owner dkoe, Dini, menilai kolaborasi tersebut membuktikan bahwa limbah masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi.
"Sebagai UMKM Surabaya, kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Hotel Majapahit Surabaya yang merupakan salah satu ikon bersejarah kota ini. Bagi dkoe, sustainability bukan hanya tentang menciptakan produk ramah lingkungan, tetapi juga tentang mengubah cara pandang terhadap limbah. Melalui kolaborasi ini, ampas kopi yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat kami olah menjadi pewarna kain yang kemudian dikembangkan menjadi produk fashion yang fungsional dan memiliki nilai estetika. Kolaborasi ini juga membuka ruang eksplorasi yang menarik bagi kami. Dengan karakter kopi yang berbeda-beda dari setiap outlet Hotel Majapahit Surabaya, kami dapat mempelajari bagaimana komposisi Robusta dan Arabica maupun asal kopi dapat memengaruhi karakter material dan warna tekstil yang dihasilkan. Proses ini menjadikan setiap produk memiliki cerita dan keunikan tersendiri," ujarnya.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Hotel Majapahit Surabaya dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. Sebagai mitra Gift Shop Hotel Majapahit Surabaya, dkoe memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk-produknya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke hotel tersebut.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, program ini merupakan implementasi prinsip ekonomi sirkular (circular economy), yakni mengurangi limbah dengan mengolahnya menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan komitmen global MGallery Collection dan Accor dalam menerapkan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab melalui pengurangan limbah, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pemberdayaan komunitas lokal.
Melalui kolaborasi ini, Hotel Majapahit Surabaya dan dkoe berharap dapat menginspirasi masyarakat maupun pelaku industri untuk memandang limbah sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi besar. Lebih dari sekadar menghasilkan produk fesyen, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa inovasi, kreativitas, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.



