Koalisi yang sedang berkuasa di Malaysia kehilangan satu kursi di negara bagian dalam pemilihan sela, Sabtu kemarin, Hal itu dianggap sebagai isyarat meredupnya popularitas aliansi Perdana Menteri Mahathir Mohammad.
Koalisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir kehilangan kursi di daerah pemilihan Semenyih di negara bagian Selangor dengan 1.914 suara.
Koalisi tersebut meraih kursi itu pada Mei 2018 tetapi pemilihan sela diselenggarakan setelah kematian seorang anggota parlemennya pada Januari.
Kursi di daerah pemilihan tersebut dimenangkan oleh Barisan Nasional – partai besar di Malaysia yang dikalahkan dalam pemilihan nasional tahun lalu setelah berkuasa selama 60 tahun.
Kekalahan tersebut merupakan pukulan bagi koalisi Mahathir, yang telah menghadapi kritik karena gagal memenuhi reformasi yang dijanjikan segera dan melindungi Islam dan hak-hak mayoritas etnis Melayu.
Dalam pemilihan umum tahun lalu, koalisi Mahathir meraih dukungan besar dari minoritas etnis Cina dan India. Namun, koalisi itu hanya meraih 30 persen suara dari etnis Melayu, menurut perkiraan jajak pendapat Merdeka Center.
Sejak itu, pelbagai pendapat menunjukkan koalisi tersebut telah kehilangan dukungan di kalangan suku Melayu, beberapa di antara mereka khawatir kebijakan-kebijakan yang menguntungkan mereka di sektor bisnis, pendidikan dan perumahan tak lagi diberikan.
Sementara itu, mantan Perdana Meneteri Najib Razak, yang pernah memimpin aliansi Barisan Nasional, meraih lagi dukungan di media sosial. Najib berusaha menutupi citra politisi yang kaya dan elit, dan meraih simpati publik menjelang peradilan korupsi tahun ini. Ia membantah melakukan kesalahan dan menyatakan tak bersalah.[tp]



