Gus Ipul: Tahun 2027 Jadi Momentum Integrasi Besar Program Sosial Kemensos - Telusur

Gus Ipul: Tahun 2027 Jadi Momentum Integrasi Besar Program Sosial Kemensos

Sumber foto: dok. Kemensos

telusur.co.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan tahun 2027 akan menjadi momentum penting bagi Kementerian Sosial Republik Indonesia memasuki fase eskalasi dan integrasi, di mana seluruh program sosial tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu sistem untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat membuka Pendalaman Rencana Program dan Anggaran (RKA-K/L) Tahun 2027 di Cibinong, Senin (29/6). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti pimpinan unit kerja eselon I dan II serta kepala sentra dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Gus Ipul mengibaratkan pelaksanaan Rencana Strategis Kemensos 2025–2029 seperti proses membangun sebuah rumah. Tahun 2025 disebut sebagai fase pembangunan fondasi melalui penataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan penguatan kelembagaan, sedangkan 2026 menjadi masa akselerasi program.

"Tahun 2027 adalah saat kita memasang atap sekaligus menyambungkan aliran listrik dan air ke seluruh ruangan. Komponen-komponen yang selama ini berdiri sendiri harus tersambung menjadi satu rumah yang utuh dan berfungsi," ujar Gus Ipul.

Menurutnya, setelah fase integrasi pada 2027, Kemensos akan memasuki tahap konsolidasi pada 2028 sebelum mencapai target akhir Rencana Strategis pada 2029 berupa peningkatan kesejahteraan sosial nasional.

Target Kesejahteraan Meningkat

Kemensos menargetkan sejumlah indikator utama meningkat pada 2027, di antaranya Indeks Kesejahteraan Sosial mencapai 64,66 dari posisi 59,51 pada 2025 menuju target 69,80 pada 2029.

Selain itu, pemerintah menargetkan satu juta keluarga mencapai graduasi sejahtera pada 2027, meningkat dibanding target 700 ribu keluarga pada 2026. Sebanyak 1,5 juta keluarga juga ditargetkan keluar dari kemiskinan setiap tahunnya.

Ketepatan sasaran bantuan sosial berbasis DTSEN ditargetkan mencapai 85 persen pada 2027 sebagai tahapan menuju 95 persen pada 2029.

Tiga Terobosan Besar Tahun 2027

Gus Ipul menyebut terdapat tiga agenda besar yang akan menjadi penanda transformasi Kemensos pada 2027.

Pertama, digitalisasi bantuan sosial akan diterapkan secara penuh untuk mempercepat pemutakhiran data dan meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Kedua, Sekolah Rakyat akan berkembang dari sekadar program menjadi institusi yang lebih kuat melalui operasional penuh Badan Pengembangan SDM dan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat (BPSDM-SR) sebagai unit setingkat eselon I. Program tersebut ditargetkan melayani lebih dari 100 ribu siswa berasrama.

Ketiga, Program Kesejahteraan Rakyat (PROKESRA) akan diintegrasikan sebagai ekosistem graduasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melalui skema Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha Afirmatif.

"Tiga terobosan ini hebat di atas kertas, tetapi tidak satu pun akan berhasil kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri," kata Gus Ipul.

Integrasi Jadi Tantangan Utama

Menurut Gus Ipul, tantangan terbesar Kemensos pada 2027 bukan lagi persoalan anggaran, melainkan kemampuan seluruh unit kerja membangun integrasi program.

Pagu indikatif Kemensos tahun 2027 mencapai Rp84,7 triliun, dengan sekitar 85 persen di antaranya dialokasikan untuk belanja bantuan sosial. Selain itu, tambahan anggaran sebesar Rp22,49 triliun untuk program prioritas telah mendapatkan persetujuan dari Komisi VIII DPR RI.

"Kita memegang prinsip bantuan sementara, berdaya selamanya. Tujuan akhir kita bukan membuat masyarakat bergantung pada bantuan, tetapi mendorong mereka menjadi mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menegaskan seluruh program tahun 2027 harus selaras dengan RPJMN 2025–2029 dan mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden.

Menurutnya, fokus utama Kemensos pada 2027 meliputi penyaluran bantuan sosial yang adaptif, pengembangan care economy, serta peningkatan kualitas lembaga kesejahteraan sosial melalui penguatan akreditasi.

"Seluruh program harus memberikan kontribusi nyata terhadap target RPJMN, termasuk peningkatan kesejahteraan sosial dan percepatan graduasi keluarga miskin menuju kemandirian," kata Robben.


Tinggalkan Komentar