telusur.co.id - Duta besar Palestina untuk Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah meninggalkan negara ini.
Seperti dilaporkan Tasnim News, Jibril Rajoub, sekjen Komite Pusat Gerakan Fatah Sabtu (15/8/20) menyatakan, dubes Palestina di Abu Dhabi untuk selamannya meninggalkan wilayah Uni Emirat Arab sebagai protes atas kesepakatan negara ini dengan rezim Zionis Israel terkait normalisasi hubungan kedua pihak.
Sebelumnya Otorita Ramallah saat merespon kesepakatan normalisasi hubungan UEA dan Israel telah memanggil dubes Palestina di Abu Dhabi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari Kamis (13/8/20) menkonfirmasi tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dengan Israel. Kesepakatan ini menuai protes luas.
Sementara itu, Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) hari Kamis (13/8/20) malam menyatakan, kesepakatan berbahaya ini sama halnya dengan hadiah gratis yang diberikan Emirat kepada Israel karena kejahatannya terhadap rakyat Palestina.
Adapun Deplu Iran seraya mengutuk penerapan hubungan diplomatik antara UEA dan Israel menjelaskan, rakyat tertindas Palestina dan seluruh bangsa pro kebebasan di dunia tidak akan memaafkan normalisasi hubungan dengan rezim penjajah dan kriminal Israel serta mitra-mitra kejahatan rezim ini.
Selama beberapa bulan terakhir, proses normalisasi hubungan sejumlah rezim Arab di kawasan khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan Israel meningkat tajam.
Upaya rezim Arab untuk menormalisasikan hubungannya dengan Israel terjadi ketika rezim Zionis selama bertahun-tahun selain menumpas rakyat tertindas Palestina, juga menduduki berbagai wilayah Arab dan Islam. [Tp]



