Bidik Talenta Masa Depan, Papua Football Academy Cari Bakat 2026 Sambangi Seluruh Pelosok Papua - Telusur

Bidik Talenta Masa Depan, Papua Football Academy Cari Bakat 2026 Sambangi Seluruh Pelosok Papua

Coach Wolfgang Pikal bersama para peserta PFA Cari Bakat 2026 Mimika. Foto: dok. PFA.

telusur.co.id -Papua Football Academy (PFA) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun fondasi sepak bola di Tanah Papua. Melalui program tahunan bertajuk “PFA Cari Bakat 2026”, akademi ini dijadwalkan berkeliling ke enam provinsi di Tanah Papua mulai Mei hingga Juni 2026 mendatang.

Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal, mengungkapkan bahwa program ini merupakan karpet merah bagi putra daerah Papua untuk meniti karier sepak bola profesional sejak usia dini. Seleksi tahun ini difokuskan bagi anak-anak kelahiran tahun 2013 atau yang menginjak usia 13 tahun pada 2026.

"PFA Cari Bakat 2026 bertujuan menjaring talenta muda terbaik dari berbagai daerah sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk mengasah kemampuan di bawah bimbingan pelatih profesional dan berkompetisi di level yang lebih tinggi," ujar Coach Wolfgang di Timika, Senin (27/4/2026).

Tim pemandu bakat PFA direncanakan menyambangi Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, hingga Papua Pegunungan. Adapun kriteria utama yang dicari meliputi disiplin tinggi, motivasi kuat, kesehatan jasmani yang prima, rekam jejak nilai sekolah yang baik, serta postur tubuh proporsional sebagai nilai tambah.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi nantinya akan menerima beasiswa penuh dan mendapatkan fasilitas asrama di Markas PFA Mimika Sport Complex (MSC), sebuah fasilitas olahraga modern yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Papua Tengah.

Dukungan penuh juga datang dari Manager Sport Management Sustainable Development Division PTFI, Janjai Adii. Ia mengapresiasi langkah proaktif PFA yang bersedia "jemput bola" hingga ke pelosok daerah.

“Kami berharap PFA Cari Bakat bukan hanya sekadar proses merekrut anak–anak dari seluruh Papua masuk ke PFA, namun bagaimana akademi ini mampu menjadi perpanjangan tangan untuk menjangkau bakat–bakat sepak bola usia muda yang ada di pelosok Papua,” tutur Janjai.

Antusiasme publik terhadap PFA tercatat terus meningkat setiap tahunnya. Dengan jangkauan seleksi yang mencakup 19 kota dan kabupaten, Wolfgang Pikal optimistis akan menemukan bibit-bibit unggul yang selama ini belum terpantau.

"Saya optimistis akan menemukan talenta kelahiran 2013 yang berpotensi. Terima kasih untuk semua pelatih dan orang tua. Good luck anak-anak! Mari mengukir prestasi bersama PFA. Dari Tanah Papua untuk Indonesia," tegas mantan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut.

Proses seleksi akan dipusatkan di stadion atau lapangan sepak bola lokal yang telah ditunjuk di masing-masing daerah. Terkait detail jadwal dan lokasi spesifik, masyarakat dapat memantau akun media sosial resmi @papuafootballacademy. Pihak PFA juga memastikan proses ini berjalan dengan koordinasi erat bersama PSSI serta pemerintah daerah setempat.


Tinggalkan Komentar