telusur.co.id - Penyebaran virus corona yang terjadi di India terus mengalami kenaikan. Hari ini, ada 90.000 kasus virus korona baru. Penambahan angka ini merupakan rekor harian global.
Menurut data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, ada 90.632 kasus baru dalam 24 jam hingga Minggu, sementara jumlah kematian naik 1.065 menjadi 70.626.
Jika trennya terus meningkat, India akan melampaui Brasil pada hari Senin sebagai negara yang paling terkena dampak kedua dengan total infeksi dan hanya akan berada di belakang Amerika Serikat, yang memiliki 6,4 juta kasus dan hampir 193.000 kematian.
Kasus virus corona di India telah mencapai 4,1 juta dan sejauh ini sekitar 3,2 juta orang yang terkena dampak telah dirawat.
Pakar medis mengatakan negara itu melihat gelombang kedua pandemi di beberapa bagian negara itu, dan jumlah kasus itu melonjak karena peningkatan pengujian dan pelonggaran pembatasan pergerakan publik.
Apalagi, pemerintah akan memulihkan sebagian layanan kereta metro di ibu kota negara New Delhi mulai Senin.
Direktur Institut Ilmu Medis India di New Delhi, Randeep Guleria dalam sebuah wawancara dengan India Today TV mengatakan pandemi tidak akan selesai tahun ini karena virus telah menyebar dari kota-kota besar ke bagian lain negara itu. “Jumlah kasus bisa terus meningkat sebelum kurva mendatar,” katanya.
India telah mencatat beban kasus virus korona harian terbesar di dunia selama hampir sebulan bahkan ketika pemerintahnya mendorong untuk membuka bisnis untuk menghidupkan kembali ekonomi yang berkontraksi. [ham]



