Telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan Amerika Serikat sedang menawarkan penjualan sistem pertahanan rudal Patriot kepada Ankara.
“Amerika Serikat mengatakan akan menjual sistem pertahanan Patriot dan sedang dilakukan negosiasi oleh para delegasi,” kata Cavusoglu seperti yang dikutip Kantor Berita Anadolu.
Komentar tersebut muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa Turki menolak usul AS untuk mengirim sistem rudal Patriot pada akhir tahun.
Selama perundingan, Amerika Serikat mengatakan dapat mengirim satu sistem lebih awal menyusul keberatan Turki soal waktu pengiriman. Dia juga menuturkan peluang untuk produksi bersama atau pemindahan teknologi juga penting bagi Ankara.
Selagi menawarkan sistem Patriot kepada Turki, Amerika Serikat memperingatkan sekutu NATO mereka agar tidak membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. Pihaknya menegaskan sistem dari Rusia tidak dapat diintregasikan ke dalam pertahanan udara NATO.
Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki tetap berkomitmen pada kesepakatan sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia.
“Itu (sistem S-400) akan dikirim menjelang akhir tahun. Kami membeli sistem S-400 karena kami tidak mampu membayar Patriot,” kata Cavusoglu.
Para pejabat AS mengatakan bahwa jika Turki melanjutkan pembelian sistem pertahanan S-400, Washington akan menarik tawarannya untuk menjual paket rudal Raytheon Co senilai 3.5 miliar dolar AS dan dapat memblokir penjualan pesawat tempur kepada Turki. Pihaknya juga tidak segan untuk memberlakukan sanksi. (ham)



