20 tahun menjabat sebagai Presiden Aljazair, tak membuat Abdelaziz Bouteflika puas. Ia justru berniat mencalonkan kembali untuk periode berikutnya.
Tetapi, keinginan untuk mencalonkan kembali ditentang oleh rakyatnya. Bukti ketidaksukaan terhadap Bouteflika dibuktikan dengan unjuk rasa puluhan ribu rakyat Aljazair.
Pengunjuk rasa berpawai di sejumlah kota di Aljazair pada Ahad menuntut mundur. Demonstrasi berlangsung pada hari Bouteflika akan mendeklarasikan usahanya untuk memperpanjang masa jabatannya dalam pemilihan April tahun ini.
Jumlah pengunjuk rasa dengan cepat mendekati keadaan seperti pada Jumat ketika para pemrotes memenuhi pusat Aljier, Ibu Kota Aljazair. Demonstrasi itu merupakan salah satu unjuk rasa terbesar – yang jarang terjadi di negara itu – sejak pergolakan Musim Semi Arab tahun 2011.
Para pengamat mengatakan para pengunjuk rasa, yang mulai turun ke jalan-jalan 10 hari lalu, tak terorganisasi dan tak terpimpin dalam menjalankan aksi mereka di negara yang masih didominasi kalangan veteran perang kemerdekaan tahun 1954-1962 melawan Prancis. Bouteflika termasuk salah seorang veteran.
Tetapi, oposisi yang terpecah dan kelompok-kelompok madani telah menyeru para pemrotes untuk terus berdemonstrasi jika Bouteflika, yang sudang berkuasa selama 20 tahun, benar-benar ingin mencalonkan diri lagi.
Para penentang Bouteflika mengatakan ia tak lagi layak untuk memimpin. Mereka melihat kesehatannya yang buruk dan apa yang mereka katakan korupsi kronis dan ketiadaan pembaruan ekonomi untuk mengatasi pengangguran tinggi, yang melampauI 25 persen di antara orang-orang yang berusia 30 tahun. (ham)
Tahun Jadi Presiden, Rakyat Aljazair Desak Abdelaziz Bouteflika Mundur
telusur.co.id – 20 tahun menjabat sebagai Presiden Aljazair, tak membuat Abdelaziz Bouteflika puas. Ia justru berniat mencalonkan kembali untuk periode berikutnya.
Tetapi, keinginan untuk mencalonkan kembali ditentang oleh rakyatnya. Bukti ketidaksukaan terhadap Bouteflika dibuktikan dengan unjuk rasa puluhan ribu rakyat Aljazair.
Pengunjuk rasa berpawai di sejumlah kota di Aljazair pada Ahad menuntut mundur. Demonstrasi berlangsung pada hari Bouteflika akan mendeklarasikan usahanya untuk memperpanjang masa jabatannya dalam pemilihan April tahun ini.
Jumlah pengunjuk rasa dengan cepat mendekati keadaan seperti pada Jumat ketika para pemrotes memenuhi pusat Aljier, Ibu Kota Aljazair. Demonstrasi itu merupakan salah satu unjuk rasa terbesar – yang jarang terjadi di negara itu – sejak pergolakan Musim Semi Arab tahun 2011.
Para pengamat mengatakan para pengunjuk rasa, yang mulai turun ke jalan-jalan 10 hari lalu, tak terorganisasi dan tak terpimpin dalam menjalankan aksi mereka di negara yang masih didominasi kalangan veteran perang kemerdekaan tahun 1954-1962 melawan Prancis. Bouteflika termasuk salah seorang veteran.
Tetapi, oposisi yang terpecah dan kelompok-kelompok madani telah menyeru para pemrotes untuk terus berdemonstrasi jika Bouteflika, yang sudang berkuasa selama 20 tahun, benar-benar ingin mencalonkan diri lagi.
Para penentang Bouteflika mengatakan ia tak lagi layak untuk memimpin. Mereka melihat kesehatannya yang buruk dan apa yang mereka katakan korupsi kronis dan ketiadaan pembaruan ekonomi untuk mengatasi pengangguran tinggi, yang melampauI 25 persen di antara orang-orang yang berusia 30 tahun. (ham)



