Wawancara Eksklusif dengan Mulfachri Harahap: Membumikan PAN Untuk Ibu Pertiwi - Telusur

Wawancara Eksklusif dengan Mulfachri Harahap: Membumikan PAN Untuk Ibu Pertiwi

Mulfachri Harahap. (Ist).

telusur.co.id - Di tengah kesibukannya menjelang Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN), di Kendari, kami coba mewawancarai Mulfachri Harahap sebagai kandidat kuat untuk menahkodai PAN lima tahun mendatang. Mendampingi beliau tampak ada Habib Hasyim Arsal Alhabsyi, salah satu tokoh muda dan politisi PAN yang juga sekaligus pakar komunikasi politik.

Berikut kutipan petikan wawancara Mulfachri Harahap dengan Uwais Alatas dari telusur.co.id:

Bung Mulfachri, anda disebut akan maju untuk memimpin PAN mendatang. Apakah langkah ini karena anda kecewa dengan kepemimpinan PAN saat ini?

Sebetulnya bukan karena kecewa. Sama sekali bukan. Sejak PAN dipimpin pak Zulkifli Hasan 5 tahun ini, harus diakui beliau telah melakukan banyak hal terbaik untuk memajukan PAN sebagai partai politik. Kenapa saya maju, karena saya ingin membangun PAN lebih baik lagi. 

Pertama, PAN wajib menguatkan lagi khittahnya sebagai partai reformasi untuk menguatkan demokrasi kita tertata lebih adil. Kedua, tradisi kepemimpinan PAN wajib tetap dijaga untuk tetap 5 tahun saja, Setelah 5 tahun harus ada pengganti yang baru. Di sinilah letak keindahan PAN dalam menempatkan demokrasi pada rel yang benar. Ini untuk mencegah otoritarianisme di tubuh PAN dan sekaligus menjaga tradisi untuk menguatkan demokrasi pada diri partai sendiri lebih dulu sebelum keluar dengan memberi ruang kepada kader-kader terbaiknya untuk memimpin PAN tiap 5 tahun. 

Dan pastinya dengan lahirnya pemimpin baru akan menemukan titik kemah PAN yang harus diakui rasakan telah mendapat sorotan tidak saja di tubuh internal, tetapi juga di masyarakat. Lahirnya pemimpin baru itu, Insya Allah akan melahirkan pula solusi-solusi terbaik untuk kembali menguatkan kiprah PAN di tengah masyarakat.

Bagaimana anda akan letakkan posisi politik PAN ke depan kalau begitu?

PAN harus kembali sebagai partai yang mengusung semangat reformasi seperti yang dicita-citakan para pendirinya. Ruh sebagai partai egaliter dan kemanusiaan juga tidak boleh dilepaskan. PAN bertanggung jawab untuk mengawal tata kelola demokrasi yang baik dan adil untuk rakyat. 

Posisi PAN, karena itu, di tengah situasi demokrasi yang terlihat mengarah pada kekuasaan di tangan eksekutif saja dengan melepaskan kemandirian posisi partai politik di legislatif dan lembaga yudikatif, wajib berperan untuk mencegahnya. Realitas ketimpangan cek dan perimbangan tata kelola demokrasi wajib kita cegah, bukan saja untuk partai politik saja, tetapi itu akan merugikan kita semua sebagai negara demokrasi.

Intinya, kekuasaan eksekutif wajib ikut mengawal independensi partai politik. Bukan malah ikut campur tangan di dalamnya. Semua kader PAN pasti pada posisi menolak jika campur tangan itu dirasakan kehadirannya. Perlu diingat juga bahwa posisi politik PAN itu sebagai partai independen. Tetapi dalam kontek kekuasaan, PAN sebagai partai politik tidak harus berseberangan dengan pemerintah menyangkut kebijakan yang kita nilai baik bagi rakyat. Kritik terhadap kebijakan pemerintah yang kita nilai kurang tepat itu, menurut saya justru menjadi bagian dari menguatkan eksistensi kekuasaan itu sendiri untuk tidak salah arah. Di situ letak keindahan demokrasi yang bisa kita petik dan nikmati bersama.

Pencalonan anda disebut di media mendapatkan dukungan dari tokoh pendiri dan bapak reformasi, Pak Amien Rais. Bagaimana anda menempatkan dukungan besar itu dan kesiapan kader PAN sendiri untuk itu?

Betul itu..Pak Amien Rais mendukung penuh pencalonan saya. Buat saya, dukungan Pak Amien Rais itu amanah atas ruh PAN sebagai partai reformasi yang wajib terus dijaga dan diperkuat. Dan untuk menguatkan ruh PAN sebagai partai independen, bagi saya dan kader PAN, memilih sosok berintegritas seperti mas Hanafi Rais merupakan pilihan yang tepat sebagai sekretaris jenderal PAN nanti.

Terakhir bung Mulfachri, karena waktu anda terbatas, bagaimana agenda prioritas yang anda tawarkan sebagai solusi internal di tubuh PAN sendiri?

Satu hal utama bagi saya dan juga bagi kader partai adalah bagaimana meletakkan rekomendasi bapak Amien Rais itu sebagai amanah prioritas yang wajib kita jalani. Yaitu tetap membawa PAN berada di jalur independensinya sebagai partai yang mengusung asas spiritualitas, keadilan dan kemanusiaan. Kehadiran kader PAN di tengah masyarakat wajib menjadi prioritas program utama yang akan kita kedepankan. Kader PAN yang duduk sebagai pimpinan daerah dan sebagai wakil rakyat di daerah wajib kita berdayakan kehadirannya untuk menyuarakan dan membantu kondisi lebih baik di masyarakat. Pemilihan kader terbaik PAN yang tidak tersandera kasus untuk mengisi pemimpin daerah dan wakil rakyat akan kita prioritaskan pada sejauh mana sumbangsihnya bagi masyarakat, khususnya bisa dinilai dan wajib terlihat dari aspek kebijakannya sebagai pemimpin daerah atau anggota legislatif untuk masyarakat.

Satu hal penting lainnya yang akan saya prioritaskan untuk menguatkan demokrasi di tubuh PAN adalah mendistribusikan kekuasaan ke pengurus daerah, apabila saya dipercaya menahkodai PAN. Sebesar 50 persen kewenangan penentuan calon kepala daerah akan menjadi hak pengurus kabupaten/kota. Masing-masing 25 persen lainnya jatah provinsi dan pusat.

Jadi intinya konsolidasi partai dan mereaktualisasi ruh partai  akan menjadi prioritas dan masif akan saya jalani, termasuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk menjabarkan platform partai. Bagi saya, bagaimana membumikan PAN untuk cita-cita ibu pertiwi amat penting untuk mulai dijalani. [UA/Fhr]


Tinggalkan Komentar