telusur.co.id - Presiden Iran, Hassan Rouhani berencana untuk membuka kembali masjid di beberapa bagian negara karena wabah virus corona sudah mereda.
"Kegiatan di masing-masing daerah akan dibatasi sesuai, sehingga daerah yang secara konsisten bebas dari infeksi atau kematian akan diberi label putih dan masjid dapat dibuka kembali dengan shalat Jumat dilanjutkan," kata Rouhani dilansir Reuters.
Sebelumnya, Iran telah kembali ke toko-toko, pasar-pasar dan taman-taman selama sepekan terakhir karena negara itu meredakan pembatasan-pembatasan coronavirus dengan peningkatan harian dalam jumlah kematian di bawah 100 sejak 14 April.
Iran, salah satu negara Timur Tengah yang paling terpukul oleh pandemi corona, akan membagi wilayah yang terdampak covid 19. Ada wilayah putih, kuning dan merah berdasarkan jumlah infeksi dan kematian, kata Rouhani, menurut situs web kepresidenan.
Dia mengatakan label yang diberikan ke wilayah mana pun di Republik Islam bisa berubah sesuai dengan perkembangan virus corona. Namun sayang, Rouhani tidak mengatakan kapan program kode warna akan berlaku.
Lebih jauh, ia mengakui kebijakan kode warna untuk mencari keseimbangan antara melindungi kesehatan masyarakat dan melindungi ekonomi yang sudah terpukul oleh sanksi Amerika.
"Pemerintah telah menahan diri untuk tidak memaksakan jenis penguncian besar-besaran di kota-kota yang terlihat di banyak negara lain."
Kendati membuka masjid dan toko, pemerintah tetap memperpanjang penutupan sekolah dan universitas dan melarang pertemuan budaya, agama dan olahraga.



