Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026, Scaloni Akui Spanyol Lebih Unggulan - Telusur

Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026, Scaloni Akui Spanyol Lebih Unggulan

Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni

telusur.co.id - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menunjukkan sikap sportif usai timnya gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026. Scaloni mengakui Spanyol memang tampil lebih baik pada partai final dan pantas membawa pulang trofi juara.

Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan mahkota juara dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol dalam laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (waktu setempat). Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu memastikan La Roja kembali menjadi penguasa sepak bola dunia.

"Mereka (Spanyol) lebih baik, itu adalah kenyataannya," kata Scaloni, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Albiceleste yang datang ke Amerika Serikat dengan status juara bertahan. Meski demikian, Scaloni menegaskan anak asuhnya telah memberikan segalanya sepanjang turnamen hingga mampu kembali menembus partai puncak.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku kecewa gagal membawa Argentina mempertahankan trofi, tetapi tetap bangga dengan perjuangan yang ditunjukkan para pemainnya selama Piala Dunia 2026.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka karena telah membawa kami kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir," ujar Scaloni.

Perjuangan Argentina di final semakin berat setelah harus bermain dengan 10 pemain sejak penghujung babak kedua. Gelandang Enzo Fernandez diusir keluar lapangan akibat menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.

Unggul jumlah pemain, Spanyol akhirnya mampu memanfaatkan situasi tersebut pada babak tambahan. Ferran Torres menjadi pembeda lewat golnya pada menit ke-106 yang sekaligus mengakhiri harapan Argentina untuk mempertahankan gelar.

Meski pulang tanpa trofi, Scaloni menilai keberhasilan Argentina kembali mencapai final tetap menjadi pencapaian yang patut dibanggakan. Menurutnya, perjalanan panjang menuju partai puncak tidak boleh dilupakan hanya karena hasil akhir yang mengecewakan.

"Kami bersikap hebat saat meraih kemenangan, dan kami juga harus bersikap hebat saat menelan kekalahan. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu caranya menerima kekalahan," ucapnya.

Scaloni menegaskan kekalahan di final tidak akan menghapus semua kerja keras yang telah dilakukan timnya sepanjang turnamen.

"Kami kalah dalam pertandingan ini dan kami mengakuinya. Namun, hal itu tidak berarti kami akan berhenti mengenang segala upaya yang telah kami lakukan untuk sampai di titik ini," tutup Scaloni.


Tinggalkan Komentar