telusur.co.id - Presiden Amerika Serikat (AS) saat ini, Donald Trump, kembali mengulangi tuduhan kecurangan dalam pemilu presiden beberapa waktu lalu dan menyebutnya sebagai pilpres ilegal.
Dalam cuitan terbarunya hari Jumat, (1/1/21), Donald Trump menyatakan akan melancarkan protes untuk menghentikan pencurian suara. Protes tersebut dikatakannya akan berlangsung di Washington DC pekan depan.
“Pawai BESAR unjuk rasa di Washington DC akan diadakan pada pukul 11 pagi, 6 Januari. Detail lokasi, menyusul. Hentikan pencurian,” cuit Trump di akun Twitternya seperti dikutip Parstoday.
Selama beberapa pekan terakhir, pendukung Trump melancarkan aksi protes terhadap hasil pemilu presiden yang mereka klaim sebagai kecurangan.
Sebelumnya, Dewan Elektoral atau Electoral College secara resmi mengukuhkan politikus dari Partai Demokrat, Joe Biden, sebagai Presiden Amerika Serikat ( AS) ke-46. Pemungutan suara dari Dewan Elektoral tersebut dilangsungkan pada Senin (14/12/20) malam waktu setempat.
Dia meraup 306 electoral vote alias suara elektoral, melampaui 270 suara elektoral minimal yang dibutuhkan untuk melenggang ke Gedung Putih. Sementara itu, calon presiden petahana Donald Trump hanya memperoleh 232 suara elektoral sebagaimana dilansir dari New York Post.
Hingga kini, Donald Trump belum mengakui kekalahannya dalam pemilu presiden pada 3 November 2020 dari capres Partai Demokrat, Joe Biden. [Tp]



